KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Peluang kerja bagi masyarakat lokal menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ciamis di tengah berkembangnya sektor industri. Salah satu langkah yang ditempuh yakni memperkuat pelatihan keterampilan agar calon tenaga kerja memiliki kemampuan sesuai kebutuhan perusahaan.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung. Kegiatan berlangsung di PT Chihaya Global Utama (CGU), Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Senin (26/10/2026), dengan dihadiri Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.

Kerja sama ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Tailor Made Training, yaitu pelatihan yang disusun berdasarkan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan. Dengan pola tersebut, materi yang diberikan kepada peserta diharapkan lebih relevan dengan keterampilan yang diperlukan di lapangan.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menempatkan peningkatan kemampuan tenaga kerja sebagai salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan. Keterlibatan pemerintah, lembaga pelatihan, dan perusahaan diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi tenaga kerja yang tersedia di daerah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarok, S.H., M.Pd., mengungkapkan bahwa pelatihan bagi masyarakat tidak terbatas pada satu jenis pekerjaan. Sejumlah bidang yang dikembangkan di antaranya keterampilan menjahit, barista, otomotif, pembuatan kue, serta pembuatan konten digital.

Jenis pelatihan tersebut disesuaikan dengan peluang usaha dan kebutuhan pasar kerja. Salah satu yang menjadi perhatian adalah industri garmen, yang memerlukan calon pekerja dengan kemampuan menjahit untuk menunjang kegiatan produksinya.”Ucapnya.

Dase menyebutkan, kebutuhan awal tenaga kerja pada sektor tersebut diperkirakan mencapai 1.200 orang. Untuk mendukung ketersediaan tenaga terampil, pemerintah mengupayakan program pelatihan dengan dukungan anggaran dari APBN dan APBD.

“Karena di Ciamis sekarang ada industri garmen, kita dukung. Untuk tahap pertama, kita membutuhkan 1.200 sumber daya manusia di Ciamis dengan kemampuan atau keterampilan menjahit,” kata Dase.

Di sisi lain, Kepala BBPVP Bandung, Reni Rosida, menyampaikan bahwa pelatihan yang terhubung langsung dengan kebutuhan perusahaan berpeluang dikembangkan pada berbagai bidang pekerjaan. Pendekatan ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh bekal keterampilan yang lebih sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

Pelaksanaan program direncanakan berlanjut hingga 2027, dengan pengembangan jumlah peserta mengikuti tahapan kegiatan dan kebutuhan industri.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ciamis, jajaran Dinas Ketenagakerjaan, perwakilan manajemen PT Chihaya Global Utama, serta peserta pelatihan.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Ciamis berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk memasuki dunia kerja. Sementara bagi perusahaan, ketersediaan tenaga kerja lokal yang terlatih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional industri.

Program pelatihan berbasis kebutuhan perusahaan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan pelatihan kerja dengan sektor industri, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Ciamis.