KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026). Seorang petani lanjut usia ditemukan meninggal dunia di kebunnya sendiri setelah diduga terjatuh ke area yang tengah terbakar saat membersihkan dedaunan dan ranting kering.

Korban bernama Subana (65), warga Kampung Culamega RT 02/RW 01, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega. Saat ditemukan warga, tubuh korban telah mengalami luka bakar parah.

Kapolsek Bantarkalong, Iptu Agus Kasdili, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Subana berpamitan kepada istrinya, Hanah (62), untuk pergi ke kebun guna mencari kayu bakar.

Berdasarkan dugaan sementara, korban membakar tumpukan daun dan ranting kering di lahan miliknya. Namun, api diduga meluas hingga ke area di sekitarnya.

“Korban diduga berusaha memadamkan api, tetapi mengalami sesak napas akibat menghirup asap,” jelas Agus.

Kondisi kebun yang berada di kawasan perbukitan dengan permukaan tanah miring dan tebing setinggi sekitar 20 meter diduga turut menjadi faktor yang menyebabkan korban terjatuh. Korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit sesak napas dan asam urat.

Setelah beberapa jam tidak diketahui keberadaannya, Subana ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB oleh dua warga setempat, Abdu dan Iwan. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan tubuh terbakar parah.

Kasi Humas Polres Tasikmalaya, Aipda Triana Anggasari, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 11.30 WIB. Petugas kemudian mendatangi lokasi bersama personel Polsek Bantarkalong, TNI, serta tenaga medis dari Puskesmas Culamega.

“Korban ditemukan di lahan miring pada tebing di kebun miliknya. Ketika dilakukan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkap Triana.

Dari hasil pemeriksaan lokasi, petugas menemukan tumpukan rumput dan daun kering, bambu kering, serta sejumlah material lain yang diduga berkaitan dengan sumber api. Di sekitar lokasi juga ditemukan batang pohon pisang dan kapol yang diduga digunakan korban untuk membantu memadamkan kobaran api.

Proses evakuasi jenazah dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah seluruh penanganan di lokasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Triana menambahkan, keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menolak autopsi. Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah kebun atau membersihkan lahan menggunakan api, terutama di kawasan berbukit yang memiliki medan terjal dan berisiko membahayakan keselamatan.