KAB.GARUT | FOKUSPRIANGAN.ID – Kepengurusan Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Garut periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Jawa Barat, KH. Mansur. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (29/10/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk memperkuat peran masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, serta pengembangan umat.

Ketua Panitia Pelaksana, Andriyanto, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Garut atas izin penggunaan Gedung Pendopo sebagai tempat pelantikan.

Andriyanto berharap, melalui kepengurusan yang baru, gerakan memakmurkan masjid dan memberdayakan jamaah dapat semakin ditingkatkan. Menurutnya, keberadaan masjid harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

Ia turut membagikan pengalamannya mengenai keberkahan yang dirasakan selama aktif dalam kegiatan kemasjidan. Salah satunya, kesempatan mengikuti program pemberangkatan umrah melalui DMI.

“Melalui pelantikan ini, mari kita bersama-sama memakmurkan masjid sekaligus memberdayakan jamaahnya. Semoga segala ikhtiar yang dilakukan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PD DMI Kabupaten Garut, Rd. Aas Kosasih, S.Ag., M.Si., menyambut baik kehadiran Ketua PW DMI Jawa Barat beserta jajaran. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2031 mampu menghadirkan program yang bermanfaat bagi umat Islam dan mendorong kemakmuran masjid di Kabupaten Garut.

Menurutnya, masjid memiliki kedudukan strategis dalam membangun kehidupan masyarakat. Selain menjadi pusat ibadah, masjid juga dapat berfungsi sebagai tempat pengembangan dakwah, penguatan ekonomi, kegiatan sosial, serta pembinaan umat.

Dalam sambutannya, Aas juga mengangkat sejarah pembangunan masjid pada masa Rasulullah SAW di Madinah. Ia menekankan bahwa masjid sejak dahulu memiliki peran penting dalam membangun kehidupan umat Islam dan menjadi bagian dari perkembangan peradaban Islam.

Untuk mewujudkan peran tersebut, DMI Kabupaten Garut telah menyiapkan sejumlah program prioritas. Salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi umat agar masyarakat di lingkungan masjid dapat merasakan manfaat nyata dari keberadaan lembaga keagamaan tersebut.

Aas menegaskan, jangan sampai ada warga di sekitar masjid yang mengalami kelaparan tanpa mendapatkan perhatian. Karena itu, masjid diharapkan mampu menjadi penggerak kepedulian sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi jamaah.

Program lainnya mencakup pemberdayaan sektor pertanian melalui penanaman cabai di halaman rumah warga sekitar masjid. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

DMI Kabupaten Garut juga merencanakan program pembinaan calon jamaah umrah melalui pelatihan manasik yang ditargetkan menjangkau 5.000 calon jamaah. Selain itu, kegiatan sosial dan pelatihan kewirausahaan akan dikembangkan melalui kerja sama dengan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Garut.

Di bidang keagamaan dan pengelolaan masjid, Aas menyampaikan rencana revitalisasi melalui pengajian rutin, digitalisasi layanan, penyediaan akses Wi-Fi gratis, serta penguatan kepengurusan remaja masjid.

Menurutnya, berbagai program tersebut diharapkan dapat menjadikan masjid semakin aktif, terbuka terhadap perkembangan zaman, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua DMI Jabar Dorong Kemandirian Umat
Dalam amanatnya, Ketua PW DMI Provinsi Jawa Barat, KH. Mansur, menekankan pentingnya membangun umat Islam yang maju, mandiri, dan sejahtera, baik secara lahir maupun batin.

Ia berharap masjid dapat mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan kualitas kehidupan jamaah, termasuk melalui penguatan ekonomi masyarakat.

Mansur juga mengingatkan bahwa ajaran Islam menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan ketakwaan. Menurutnya, umat Islam perlu memiliki keyakinan kuat bahwa prinsip-prinsip Islam dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan ekonomi yang lebih baik.

Ia mengajak seluruh pengurus DMI untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui pelantikan kepengurusan periode 2026–2031 ini, DMI Kabupaten Garut diharapkan mampu memperluas kontribusi masjid dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan ekonomi. Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi pusat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kepedulian, persatuan, dan kesejahteraan umat.”Pungkasnya.