Pewarta: Dede Irwan

KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Ciamis menunjukkan keseriusannya dalam menjaga dan menguatkan nilai-nilai budaya Sunda dengan menyambut Tim Klarifikasi Lapangan Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Kegiatan klarifikasi berlangsung di Kelurahan Sindangrasa, Sabtu (13/12/2025), dan diikuti secara solid oleh seluruh perangkat daerah terkait.

Anugerah Gapura Sri Baduga merupakan penghargaan prestisius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi daerah yang konsisten melestarikan budaya lokal, menerapkan tata kelola pemerintahan berbasis kearifan lokal, serta menghadirkan nilai-nilai budaya Sunda dalam pelayanan publik dan kehidupan masyarakat.

Tahapan klarifikasi lapangan menjadi fase penentu untuk membuktikan kesesuaian antara laporan administrasi dengan realitas di lapangan. Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa apa yang dipaparkan bukan sekadar dokumen, melainkan praktik nyata yang hidup dan dirasakan masyarakat.

Berbagai program unggulan ditampilkan secara terbuka, mulai dari sektor kebudayaan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat. Seluruhnya dijalankan dengan pendekatan budaya dan gotong royong sebagai fondasi utama pembangunan di Tatar Galuh.

Lurah Sindangrasa, Derry Yusman, menyatakan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dan profesional. Dewan Juri bahkan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) tanpa pemberitahuan sebelumnya di wilayah RW 9 dan RW 13.

“Tidak ada pengondisian. Masyarakat siap karena program yang dijalankan memang berjalan dan dirasakan manfaatnya. Jawaban warga kepada Dewan Juri muncul secara natural,” tegas Derry.

Dalam penilaian lapangan, RW 9 menampilkan sejumlah program unggulan, antara lain Kampung KB, Posyandu, PAUD, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Bank Sampah. KWT Sindangrasa tercatat sebagai juara tingkat Provinsi Jawa Barat kategori Urban Farming, sementara Bank Sampah konsisten memberi nilai tambah ekonomi bagi warga.

Keunggulan lainnya terlihat pada layanan kesehatan. Sebanyak 14 Posyandu aktif di Kelurahan Sindangrasa telah menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM), termasuk Posyandu Kemala dan Pores, yang menjadi wujud nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan unsur Polri.

Nilai gotong royong menjadi poin utama yang mendapat apresiasi Dewan Juri. Saat kunjungan berlangsung, warga secara spontan melakukan kegiatan kebersihan lingkungan, pemilahan sampah, hingga aktivitas sosial tanpa instruksi khusus.

Bahkan, inovasi penanganan stunting melalui pola keluarga asuh berbasis gotong royong dinilai sebagai terobosan unggulan yang belum ditemukan di daerah finalis lainnya. Berkat pola tersebut, angka balita stunting di Sindangrasa berhasil ditekan signifikan dari 11 anak menjadi 6 anak.

Derry Yusman menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari dukungan penuh Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya serta sinergi seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

“Jika ini tahapan terakhir, kami tinggal menunggu hasil penilaian. Kami optimistis, namun tetap menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah SWT,” ujarnya.

Apabila Kelurahan Sindangrasa meraih hasil terbaik, pemerintah kelurahan telah menyiapkan langkah tindak lanjut dengan skala prioritas, di antaranya perbaikan dan pembangunan jalan lingkungan, serta penguatan program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan melalui KWT, koperasi, dan lembaga ekonomi lainnya.

Dengan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Ciamis optimistis mampu meraih hasil terbaik pada Anugerah Gapura Sri Baduga 2025, sekaligus menegaskan posisinya sebagai daerah yang berbudaya, berkarakter, dan berdaya saing di tingkat Provinsi Jawa Barat.