Pewarta : A.Mulyana

KOTA TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Sekolah Sepak Bola (SSB) BL Persada Kota Tasikmalaya menggelar turnamen sepak bola usia dini. Bertajuk BL Persada Cup 1 Piala Kang Wahid 2025.

Ajang yang digelar di Lapangan MS Mugarsari Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari ini diikuti 31 Tim dari berbagai daerah di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.

Turnamen dilangsungkan dalam dua hari yakni 25 dan 26 Oktober 2025. Pertandingan terbagi dalam dua kelompok usia: KU 9, dan 11 tahun.

Kang H.Wahid selaku anggota DPRD Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, mengatakan, turnamen ini akan menjadi agenda tahunan yang akan rutin digelar.

“Turnamen usia dini ini bukan hanya merayakan ulah tahun saja, tetapi juga bentuk nyata pembinaan dan pencarian bibit unggul sepak bola sejak dini, dan sekaligus kegiatan ini bertujuan menjalin silaturahmi antar SSB,” ucap Kang Wahid.

“kegiatan ini tentunya dapat menjadikan silaturahmi antar SSB semakin erat dan dapat memotivasi anak anak didik dari SSB untuk mendapatkan prestasi. Rencananya akan kami selenggarakan secara rutin setiap tahun,”katanya.

Ia menambahkan, pertandingan ini bukan hanya soal kompetisi, melainkan juga wadah pembentukan karakter. “Kegiatan ini kami harapkan menjadi titik balik kebangkitan persepakbolaan di Kota Tasikmalaya. Kami ingin memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi anak-anak, sekaligus menanamkan semangat sportivitas sejak dini,”ujarnya.

Baca Juga
https://fokuspriangan.id/2025/10/24/empat-pelajar-sumedang-wakili-jawa-barat-di-festival-literasi-perpusnas-2025/

Kang Wahid juga menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan.

“Pembinaan sepak bola tidak bisa instan. Butuh proses, kesabaran, dan wadah yang tepat. Karena itu, pertandingan ini menjadi langkah awal untuk kembali konsisten mencetak pemain muda berbakat di Kota Tasikmalaya,”ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya dukungan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan SSB.

“Sepak bola bukan hanya milik pelatih atau pemain, tetapi juga membutuhkan dukungan orang tua dan lingkungan. Dengan kebersamaan dan kerja sama antara pengurus dan orang tua siswa, saya optimistis melalui sepakbola kita bisa mencetak generasi sepak bola di Kota Tasikmalaya yang berprestasi,” tutupnya.