Pewarta : Damy

SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Kabupaten Sumedang kembali mencuri perhatian nasional. Tak hanya terkenal dengan kuliner khasnya, tahu Sumedang, tetapi juga dengan inovasi dan keberhasilan pemerintah daerah dalam penanganan program kesehatan, terutama stunting. Bahkan Presiden RI sempat meminta seluruh kepala daerah mencontoh langkah Pemkab Sumedang, hingga Bupati Dony Ahmad Munir diundang langsung ke rapat terbatas kabinet untuk memaparkan strategi sukses tersebut.

Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto usai melepas peserta Lari 10K Festival Pesona Jatigede di Jalan Lingkar Utara Jatigede, Sabtu (20/9/2025).

Menurut Bima Arya, Sumedang kini sudah saatnya dikenal luas sebagai destinasi sport tourism. “Setelah ikut berlari, saya yakin tempat ini akan booming. Udara segar, panorama indah, ditambah dengan daya tarik UMKM lokal, membuat Jatigede punya potensi besar untuk jadi pusat olahraga wisata,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Sumedang yang terus memberi ruang bagi UMKM untuk naik panggung melalui Festival Pesona Jatigede. “Di tengah situasi yang tidak mudah, Pak Bupati tetap memfasilitasi UMKM agar semakin dikenal dan berkembang,” kata Bima.

Sebagai Ketua Asosiasi Lari Lintas Alam Indonesia, Wamendagri Bima Arya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan event lari yang lebih besar lagi di Jatigede pada masa mendatang, sebagai dukungan terhadap visi Pemkab Sumedang.

Sementara itu, Bupati Dony Ahmad Munir menekankan bahwa tujuan utama festival ini adalah untuk menyejahterakan masyarakat Sumedang dengan menggerakkan ekonomi lokal. “Ekonomi harus bergerak, UMKM tampil, wisatawan datang. Dengan begitu pendapatan masyarakat meningkat, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan akan tercapai,” tandasnya.

Festival Pesona Jatigede pun semakin menguatkan citra Sumedang sebagai daerah inovatif yang tidak hanya sukses di bidang kesehatan, tetapi juga siap menjadi destinasi unggulan pariwisata olahraga di Jawa Barat bahkan Indonesia.