KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap almamater menjadi perhatian utama keluarga besar Alumni Pondok Pesantren Riyadlul Mutaalimin, Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Tidak hanya merencanakan pertemuan antaralumni, para pengurus juga mulai menyusun langkah nyata untuk mempererat persaudaraan sekaligus memberikan dukungan terhadap pembangunan dan kemajuan pesantren.
Komitmen tersebut mengemuka dalam musyawarah pengurus alumni yang berlangsung di Pondok Pesantren Nuruddawah, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (29/7/2026).
Pertemuan itu menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, termasuk penetapan jadwal reuni alumni pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kegiatan reuni rencananya dipusatkan di Masjid Pondok Pesantren Riyadlul Mutaalimin, Cikoneng, mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai.
Ketua Alumni, Kiai Ujang Ahwarhuda, menuturkan bahwa pertemuan tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar melepas kerinduan setelah lama tidak berjumpa. Menurutnya, reuni merupakan kesempatan untuk kembali menguatkan hubungan kekeluargaan, menjaga ikatan dengan para guru, serta merawat nilai-nilai keilmuan yang diperoleh selama menjadi santri.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu menghadirkan kembali semangat persatuan di antara alumni, meskipun kini telah tersebar di berbagai daerah dengan aktivitas dan kesibukan masing-masing.
Salah satu agenda penting yang turut menjadi perhatian dalam musyawarah adalah rencana penggalangan kepedulian alumni melalui program ta’awun atau saling membantu untuk menunjang pembangunan pesantren.
Kiai Ujang Ahwarhuda menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran besar dalam membentuk perjalanan hidup dan keilmuan para alumni. Karena itu, sudah semestinya hubungan dengan almamater tidak terputus setelah mereka menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, dukungan alumni tidak harus dilihat dari besar kecilnya bantuan. Hal terpenting adalah adanya keikhlasan, kepedulian, serta kesediaan untuk mengambil bagian dalam mendukung perkembangan pesantren.
Dalam musyawarah tersebut juga disepakati penyusunan pendataan kontribusi alumni berdasarkan kemampuan dan kesanggupan masing-masing. Skema ini diharapkan memberikan ruang bagi seluruh alumni untuk berpartisipasi tanpa adanya beban yang memberatkan.
Selain itu, pengurus merancang pembentukan koordinator alumni di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas jaringan komunikasi sekaligus memudahkan koordinasi antara pengurus dengan para alumni yang berada di luar daerah.
Sekretaris Alumni, Kiai Ahmad Aos, menjelaskan bahwa keberadaan koordinator wilayah nantinya diharapkan menjadi penghubung dalam menyampaikan informasi, menggerakkan kegiatan, serta memastikan setiap keputusan organisasi dapat diketahui dan ditindaklanjuti oleh para alumni.
Ia juga berharap para koordinator yang nantinya mendapatkan amanah dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga komunikasi, dan mengajak alumni di wilayah masing-masing untuk tetap menjaga kekompakan.
Musyawarah tersebut dihadiri sejumlah peserta, di antaranya Kiai Ujang, Kiai Amang, Kiai Dede M, Kiai Ubad, Kiai Tia, Kiai Hasan, Kiai Iwan, Kiai Arif, Kiai Aos, Kiai Titing, Ny. Amang, dan Ny. Saudari Amang.
Melalui hasil pertemuan tersebut, keluarga besar alumni berharap terbangun organisasi yang semakin solid dan memiliki kepedulian nyata terhadap keberlangsungan pesantren.
Dengan demikian, reuni yang digelar bukan hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjadi titik awal memperkuat persaudaraan, menjaga warisan keilmuan para guru, serta menumbuhkan semangat gotong royong demi kemajuan Pondok Pesantren Riyadlul Mutaalimin.”Tutupnya.