KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII tingkat Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, menjadi ajang bagi para santri untuk memperlihatkan kemampuan dan kreativitas di bidang keagamaan. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (1/11/2026) tersebut diikuti ratusan santri dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an.
Mengangkat tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani Menyongsong Masa Depan Gemilang”, festival ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat pendidikan agama serta menanamkan nilai-nilai Islami sejak usia dini.
Ketua LPPTKA Kabupaten Ciamis, H. Anwar Baehaqi, menyampaikan bahwa FASI memiliki peran penting dalam membentuk generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan Al-Qur’an tidak cukup hanya dilihat dari kemampuan santri dalam membaca ayat-ayat suci, tetapi juga bagaimana mereka memahami ajaran agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, berdasarkan petunjuk pelaksanaan FASI XIII, perlombaan dibagi ke dalam tiga kelompok pendidikan, yakni Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dan Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA).
Pada kelompok TKA, terdapat delapan cabang yang diperlombakan, yaitu tartil Al-Qur’an, azan dan ikamah, peragaan salat, ikrar dan puisi terjemahan Al-Qur’an, nasid islami, cerdas cermat Al-Qur’an, mewarnai gambar, serta ceramah agama Islam menggunakan bahasa Indonesia.
Sementara itu, kategori TPA mempertandingkan tujuh cabang lomba, meliputi tartil Al-Qur’an, azan dan ikamah, ikrar dan puisi terjemahan Al-Qur’an, nasid islami, cerdas cermat Al-Qur’an, menggambar, serta ceramah agama Islam.
Adapun untuk kategori TQA, tujuh materi yang dilombakan terdiri dari tilawah Al-Qur’an, tahfiz Juz Amma, syarhil Qur’an, cerdas cermat Al-Qur’an, kisah islami, kaligrafi, dan ceramah agama Islam.
Sebanyak 232 Santri Ikuti Perlombaan
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah santri yang mengikuti kegiatan tersebut. Tercatat sebanyak 232 peserta putra dan putri dari kelompok TKA dan TPA di wilayah Kecamatan Cijeungjing turut ambil bagian dalam festival.
Salah satu cabang yang menjadi perhatian adalah tartil Al-Qur’an dengan irama Rast. Dalam perlombaan ini, peserta dituntut tidak hanya mampu melantunkan ayat dengan baik, tetapi juga memperhatikan ketepatan pengucapan serta penerapan hukum tajwid.
Proses penilaian melibatkan tiga orang juri yang bertugas sesuai bidang keahliannya. Sejumlah unsur menjadi perhatian, di antaranya makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf, sifatul huruf atau karakteristik huruf, ahkamul huruf atau hukum bacaan, serta ahkamul mad wal qashr yang berkaitan dengan panjang dan pendeknya bacaan.
Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas bacaan peserta. Dengan demikian, kemampuan membaca Al-Qur’an tidak hanya dinilai berdasarkan kemerduan suara, tetapi juga ketepatan pelafalan dan kepatuhan terhadap aturan tajwid.
Seluruh cabang perlombaan dilaksanakan dengan mekanisme babak final. Dalam pedoman penilaian, enam peserta dengan perolehan nilai tertinggi menjadi bagian dari ketentuan pada babak final.
Menanamkan Karakter Islami Sejak Dini
Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, FASI XIII diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga bagi para santri. Melalui berbagai perlombaan, anak-anak dilatih untuk berani tampil di hadapan publik, meningkatkan rasa percaya diri, menjaga sportivitas, serta menghargai kemampuan peserta lainnya.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para ustaz dan ustazah untuk melihat sejauh mana hasil pembinaan yang telah diberikan kepada santri di lembaga pendidikan masing-masing.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan kehidupan masyarakat, penguatan pendidikan agama dinilai semakin penting sebagai bekal membangun karakter anak-anak.
Melalui festival tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya mahir membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pada akhirnya, keberhasilan FASI bukan semata-mata diukur dari jumlah piala maupun gelar juara yang diraih. Lebih penting dari itu, festival ini diharapkan menjadi salah satu langkah dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan siap menghadapi masa depan.”Tutupnya.