KAB.GARUT | FOKUSPRIANGAN.ID – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut menggelar kegiatan pembinaan bagi guru ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Jalan Pembangunan Nomor 155, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan dihadiri Ketua PDM Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., Koordinator Majelis Dikdasmen PNF H. Nanang, S.H., M.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen PNF Drs. H. Ade Sahrudin, M.Pd., Sekretaris Majelis Fahrurroji Firman, M.Pd., jajaran pengurus Majelis Dikdasmen PNF, serta para guru ISMUBA dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Garut.

Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Garut, Drs. H. Ade Sahrudin, M.Pd., mengatakan, kegiatan pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru ISMUBA.

Menurutnya, guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan tidak monoton bagi peserta didik.

“Pembinaan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme guru agar semakin mumpuni dan mampu menjadi panutan bagi para muridnya. Kami juga ingin penyampaian materi ISMUBA di dalam kelas dapat berjalan dengan baik, bergairah, menggembirakan dan tidak membosankan,” ujar Ade.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut para guru juga mendapatkan pembekalan dari tenaga pendidik yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya.

Selain pembinaan, lanjut Ade, Majelis Dikdasmen PNF PDM Garut juga mendorong terbentuknya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) ISMUBA.

Pembentukan MGMP tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para guru untuk saling bertukar informasi, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai persoalan dan metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Selain melakukan pembinaan, kami akan membentuk MGMP ISMUBA. Nantinya para guru dapat saling bertukar informasi dan pengalaman dalam proses kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Ade menambahkan, mata pelajaran ISMUBA merupakan salah satu ciri khas pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.

Untuk satuan pendidikan tingkat SD, SMP, SMA dan SMK, administrasi pendidikan mengikuti sistem Dapodik di bawah koordinasi Dinas Pendidikan. Sementara untuk jenjang MI, MTs dan MA, administrasinya mengikuti Kementerian Agama.

“ISMUBA merupakan ciri khas yang diajarkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Karena itu, keberadaan guru ISMUBA harus terus diperkuat, baik dari sisi kompetensi maupun kualitas pembelajarannya,” jelasnya.

Ade mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat sekitar 7.000 guru yang berada dalam lingkup Majelis Dikdasmen PNF Muhammadiyah Garut. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 guru secara khusus mengampu mata pelajaran ISMUBA.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan potensi besar sekaligus aset penting bagi Persyarikatan Muhammadiyah yang perlu mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.

“Para guru yang tergabung dalam Majelis Dikdasmen PNF Muhammadiyah Garut merupakan aset bagi persyarikatan yang harus dibina dengan baik. Kami berharap mereka dapat menjadi uswatun hasanah bagi peserta didik maupun masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” pungkas Ade.