SUMEDANG, FOKUSPRIANGAN.ID – Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan atau diperingati melalui upacara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus dihidupkan melalui sikap, perilaku, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2026 yang berlangsung di Lapang Belakang Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (1/10/2026).

Dalam amanatnya, Dony mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat konsolidasi sekaligus meneguhkan kembali Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dari sila pertama hingga sila kelima harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Nilai-nilai Pancasila dari sila pertama sampai sila kelima harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya dihafalkan atau diperingati, tetapi harus dibumikan melalui sikap dan perilaku kita,” ujar Dony.

Ia menilai perjalanan sejarah bangsa memberikan pelajaran penting mengenai arti persatuan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, semangat persatuan dan kebersamaan harus terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kesaktian Pancasila harus kita maknai sebagai kekuatan persatuan bangsa. Karena berkat kepaduan bangsa kita, Pancasila tetap tegak berdiri dan menjadi konsensus yang menyatukan Indonesia,” katanya.

Dony juga menegaskan bahwa menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya masyarakat secara umum, aparatur sipil negara (ASN) juga dituntut mampu menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat.

“ASN harus menjadi role model dan teladan. Tetapi bukan hanya ASN, semua pihak harus bersama-sama membumikan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.

Perhatian terhadap generasi muda, lanjut Dony, juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Pancasila. Generasi penerus bangsa perlu memiliki pemahaman ideologi yang kuat agar mampu menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman.

“Generasi muda harus memiliki kekuatan ideologi, terutama dalam menghadapi perubahan zaman. Sikap dan perilaku mereka sebagai pewaris masa depan bangsa harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dony juga mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri situasi Indonesia yang relatif aman dan kondusif. Kondisi tersebut menjadi modal penting agar roda pemerintahan, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta berbagai aktivitas masyarakat dapat terus berjalan.

“Kita harus mensyukuri masa yang aman ini karena konsensus bangsa kita menetapkan Pancasila. Pancasila menyatukan kita. Untuk itu, kita harus menjaga, merawat, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.