KAB.GARUT | FOKUSPRIANGAN.ID – Peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen sekolah. Hal itu pula yang terus didorong SMKN 12 Garut melalui berbagai inovasi dan program unggulan untuk menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Sebagai salah satu SMK Negeri di Kabupaten Garut, SMKN 12 Garut terus melakukan berbagai terobosan dalam mengembangkan lingkungan pendidikan yang maju, berkualitas dan berorientasi pada prestasi.

Kepala SMKN 12 Garut, Heryanto, S.Pd., M.M., mengatakan, sejak mendapat amanah memimpin SMKN 12 Garut, dirinya berkomitmen menjalankan visi, misi serta program sekolah secara profesional dengan melibatkan seluruh warga sekolah.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan tim liputan Fokus Priangan di ruang kerjanya, Kamis (1/10/2026).

Heryanto menuturkan, dirinya sebelumnya bertugas di Tasikmalaya sebelum mendapat penugasan sebagai Kepala SMKN 12 Garut melalui kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saya datang dari Tasikmalaya dan mendapat amanah untuk menjabat sebagai Kepala SMKN 12 Garut. Sebagai warga negara yang baik, tentu saya harus menerima dan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Heryanto.
Menurutnya, selama lebih dari delapan bulan memimpin SMKN 12 Garut, berbagai upaya terus dilakukan untuk merealisasikan visi, misi dan program sekolah.

“Alhamdulillah, sudah berjalan lebih dari delapan bulan. Sebagai kepala sekolah, saya akan terus menjalankan tugas dengan baik dan berupaya merealisasikan visi, misi serta program yang ada di SMKN 12 Garut secara profesional,” katanya.

Heryanto yang sebelumnya pernah mengajar di SMKN 1 Garut menjelaskan, salah satu visi yang ingin diwujudkan adalah menjadikan SMKN 12 Garut sebagai sekolah yang terus berkembang, maju, berkualitas dan berprestasi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya mendorong lahirnya berbagai karya dan inovasi dari setiap satuan pendidikan, jurusan maupun peserta didik.
“Setiap bagian harus memiliki inovasi. Baik dari satuan pendidikan, masing-masing jurusan, peserta didik maupun pimpinan. Sebagai pimpinan, saya juga harus mau mendengar aspirasi dari seluruh warga sekolah,” ungkapnya.

Ia menekankan, kepemimpinan di lingkungan sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan pembagian tugas dan kolaborasi yang jelas antara wakil kepala sekolah, kepala jurusan, wali kelas, tenaga tata usaha, guru serta seluruh warga sekolah.

“Seorang pemimpin harus mampu mengembangkan program unggulan dan menentukan skala prioritas. Caranya dengan berkolaborasi dan membagi pekerjaan secara jelas antara wakasek, kajur, wali kelas, tenaga tata usaha dan seluruh warga sekolah,” jelas Heryanto.

Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah sistem kehadiran dan pemantauan kegiatan pembelajaran berbasis digital.

Melalui sistem tersebut, pelaksanaan tugas guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat dipantau secara digital sehingga pihak sekolah memiliki gambaran mengenai kehadiran serta pelaksanaan pembelajaran di kelas.

“Dengan digitalisasi ini, pelaksanaan tugas guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat dipantau. Sehingga kinerja dan aktivitas pembelajaran bisa terlihat secara lebih terukur,” tuturnya.

Selain digitalisasi, SMKN 12 Garut juga mulai mengembangkan program Zero Waste, khususnya dalam pengelolaan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Heryanto mengatakan, sisa makanan yang masih dapat dimanfaatkan tidak langsung dibuang, tetapi diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna, di antaranya kompos dan maggot yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian.

“Untuk limbah MBG, kami sudah menjalankan program Zero Waste. Makanan yang tidak habis tidak langsung dibuang, tetapi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti kompos dan maggot yang nantinya dapat digunakan untuk pupuk pertanian,” katanya.

Pihak sekolah juga berencana mengembangkan tanaman yang dapat mendukung kebutuhan bahan pangan dalam program MBG, sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ke depan, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, kami juga akan menanam berbagai jenis tanaman yang dapat menjadi bagian dari suplai kebutuhan MBG,” ujar Heryanto.

Lebih lanjut, Heryanto mengungkapkan, saat ini SMKN 12 Garut memiliki sekitar 1.600 peserta didik yang tersebar di tujuh jurusan.

Salah satu program keahlian yang menjadi perhatian adalah Perikanan Air Tawar. Saat dirinya mulai bertugas di SMKN 12 Garut, fasilitas laboratorium untuk jurusan tersebut belum tersedia secara memadai. Namun, kini fasilitasnya telah dilengkapi dan dipersiapkan untuk dikembangkan menjadi salah satu jurusan unggulan.

“Ketika saya pertama kali pindah ke sini, jurusan Perikanan Air Tawar belum memiliki laboratorium. Alhamdulillah, sekarang fasilitasnya sudah lengkap,” ungkapnya.

Menurut Heryanto, pengembangan jurusan Perikanan Air Tawar diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di sekolah, tetapi juga mampu membekali lulusan dengan keterampilan yang dapat diterapkan di masyarakat.

Ia berharap para alumni nantinya mampu mengembangkan usaha budidaya ikan di lingkungan masing-masing sehingga memiliki peluang menjadi wirausahawan sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan.

“Harapannya, para alumni dapat mengembangkan budidaya perikanan di lingkungannya masing-masing. Mereka bisa menjadi wirausaha atau pengusaha ikan dan ke depan ikut mendukung kebutuhan pangan, termasuk untuk program MBG,” pungkas Heryanto.