Pewarta : Damy

SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Berlangsung penuh semangat, hangat, dan penuh makna—Kemah Bakti Harmoni Beragama Saka Amal Bakti di Bumi Perkemahan Kiara Payung resmi dimulai dengan kehadiran 4.900 anggota Pramuka dari berbagai madrasah negeri maupun swasta se-Jawa Barat. Kegiatan monumental ini bukan hanya menjadi ajang pembinaan karakter, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan pada generasi muda hari ini.

Selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 November 2025, para peserta akan terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif. Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta, pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian, penanaman pohon sebagai wujud kecintaan terhadap lingkungan, serta penandatanganan Deklarasi Penguatan Ekoteologi sebagai komitmen bersama menjaga harmoni manusia–alam–Tuhan.

Mengusung tema: “Merajut Kebinekaan dan Merawat Persatuan dalam Bingkai Harmoni Menuju Indonesia Emas 2045”
kegiatan ini menghadirkan ruang interaksi lintas latar belakang, lintas daerah, dan lintas keyakinan dengan semangat saling menghormati dan saling memahami.

Baca Juga
https://fokuspriangan.id/2025/11/21/polres-sumedang-ungkap-9-kasus-narkoba-selama-ops-antik-lodaya-2025/

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa harmoni bukan sekadar slogan, tetapi fondasi kuat bangsa.

Indonesia adalah lukisan Tuhan yang indah. Jangan ada yang mengacak-acak keindahan itu. Perbedaan bukan alasan untuk bertentangan, tetapi jembatan menuju kedewasaan.”Ucapnya.

Beliau juga mengingatkan, bahwa generasi Pramuka hari ini adalah duta kedamaian di tengah tantangan ruang digital yang rentan polarisasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, memberikan apresiasi penuh atas penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, kemah ini menjadi bagian dari character building generasi muda untuk menghadapi masa depan dengan mental kuat, bijaksana dalam informasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang menjunjung nilai-nilai Pancasila.

Kami ingin anak-anak muda Sumedang tumbuh dengan nilai someah, cageur, bageur, bener, pinter, jeung singer,” tuturnya.

Penyelenggaraan ini juga semakin istimewa dengan hadirnya para tokoh agama, Forkopimda, akademisi, Kwartir Daerah Pramuka, ormas, hingga orang tua peserta—menandakan bahwa semangat harmoni adalah tanggung jawab bersama.

Semoga Kemah Bakti Harmoni Beragama ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk melahirkan generasi yang lebih toleran, berkarakter, cinta tanah air, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.”Pungkasnya.