Reporter : Damy

SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Semangat pelestarian budaya lokal begitu terasa dalam gelaran Pasanggiri Tari Umbul yang diselenggarakan di SMK Korpri Kabupaten Sumedang, Sabtu (30/5/2026). Mengusung tema “Melangkah Bersama Menjaga Warisan Budaya”, kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian dunia pendidikan terhadap keberlangsungan seni tradisi khas daerah yang sarat nilai sejarah, kebersamaan, seni, dan identitas masyarakat Sumedang.

Ketua Panitia, Endang Yadi, menyampaikan bahwa Pasanggiri Tari Umbul digelar sebagai langkah konkret dalam melestarikan sekaligus merevitalisasi warisan budaya lokal agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda. Tidak hanya menjadi ruang kompetisi, kegiatan ini juga hadir sebagai wadah apresiasi bagi para pelaku seni tari tradisional di Kabupaten Sumedang.

“Pasanggiri ini merupakan upaya nyata untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada generasi muda sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku seni tari,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat begitu luar biasa. Sebanyak 17 sekolah tingkat SMP dan MTs se-Kabupaten Sumedang, terdiri dari 15 SMP dan 2 MTs, turut ambil bagian dengan total 178 peserta yang menampilkan kemampuan terbaiknya dalam membawakan Tari Umbul, salah satu seni tari khas Kabupaten Sumedang yang kini telah menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang kompeten dari berbagai lembaga, di antaranya Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, serta SMKN 10 Bandung. Menariknya, kegiatan ini diselenggarakan tanpa dipungut biaya pendaftaran, sehingga memberikan kesempatan luas bagi para pelajar untuk berpartisipasi dan mengembangkan bakat seni mereka.

Berbagai penghargaan disiapkan bagi para pemenang. Juara umum akan memperoleh trofi bergilir Bupati Sumedang, sementara juara satu, dua, dan tiga mendapatkan piala, uang pembinaan, piagam penghargaan, hingga kesempatan memperoleh biaya pendidikan gratis di SMK Korpri Sumedang apabila melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada juara harapan sebagai bentuk motivasi bagi seluruh peserta.

Kepala SMK Korpri Kabupaten Sumedang, Dahlan, mengatakan bahwa Pasanggiri Tari Umbul bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi media pembelajaran karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah di tengah derasnya perkembangan teknologi.

“Tari Umbul merupakan seni budaya asli Kabupaten Sumedang yang harus terus dijaga dan diperkenalkan. Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memiliki rasa bangga serta cinta terhadap budaya lokalnya sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, selain melestarikan budaya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas generasi muda sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kebersamaan, dan semangat menjaga warisan budaya bersama-sama.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Moh. Budi Akbar, mengapresiasi penuh inisiatif SMK Korpri Sumedang dalam menyelenggarakan kegiatan pelestarian budaya melalui Pasanggiri Tari Umbul.

Ia menegaskan bahwa Tari Umbul merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dijaga keberlangsungannya, bahkan diharapkan suatu saat dapat diusulkan menjadi warisan budaya dunia. Menurutnya, keterlibatan para peserta didik dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa proses regenerasi pewaris budaya mulai tumbuh dengan baik.

“Ini bukan sekadar festival atau lomba. Ini adalah bentuk pembentukan karakter, benteng pertahanan budaya, sekaligus penguatan rasa nasionalisme dan patriotisme generasi muda,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa seni budaya memiliki dampak yang sangat luas, mulai dari pendidikan karakter, penguatan rasa bangga terhadap daerah dan bangsa, hingga potensi peningkatan sektor ekonomi dan pariwisata daerah. Jika dilaksanakan secara rutin, Pasanggiri Tari Umbul diyakini dapat menjadi daya tarik yang mendatangkan masyarakat luar untuk mengenal lebih jauh kekayaan budaya Sumedang.

Melalui kegiatan ini, para peserta didik tidak hanya belajar tentang seni tari, tetapi juga nilai-nilai penting seperti keberanian tampil, kekompakan, saling menghargai, serta semangat gotong royong. Nilai-nilai budaya tersebut dinilai masih sangat relevan untuk membentuk generasi unggul di masa depan.

Pasanggiri Tari Umbul pun menjadi momentum penting bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia pendidikan dan seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Sumedang terus melangkah menjaga warisan budaya agar tetap lestari, sekaligus menyiapkan generasi muda yang bangga menjadi pewaris budaya bangsa.”Pungkasnya.