Reporter : Aep Saepudin

KAB.GARUT | FOKUSPRIANGAN.ID – Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Garut menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) pertandingan Final Liga 1 Indonesia yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persijap Jepara. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut ini, dan dihadiri langsung Ketua PDM, Agus Rahmat Nugraha, sukses menyedot perhatian ratusan warga dan pencinta sepak bola.

Sejak peluit babak pertama ditiup, ketegangan begitu terasa di dalam gedung. Sorak-sorai penonton pecah berkali-kali setiap kali Persib melancarkan serangan. Puncaknya, saat wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, Gedung Dakwah Muhammadiyah langsung bergemuruh oleh teriakan histeris dan sujud syukur para pendukung setelah Persib Bandung dipastikan mengunci gelar juara Liga 1.

Menanggapi euforia luar biasa ini, Ketua PDM Garut, Agus Rahmat Nugraha, memberikan catatan mendalam: “Bola & Energi Spiritualitas”. Menurutnya, sepak bola di Indonesia—khususnya fenomena Persib Bandung—bukan lagi sekadar olahraga, melainkan sebuah oase penyembuh dan energi spiritual yang menyatu dengan fitrah manusia.

“Persib adalah cerita lain, sebab tim inilah yang seolah-olah menjadi satu-satunya milik negeri Pasundan, timnya Jawa Barat, yang tidak hanya dicintai orang Sunda, bahkan sudah milik dunia. Ini adalah raja lokal yang menasional sebagai fenomena sosial tak terbantahkan,” ungkap Agus Rahmat Nugraha.

Agus Rahmat menggambarkan bagaimana kemenangan di akhir Mei 2026 ini melahirkan atmosfer layaknya “lebaran rakyat semesta” di seluruh pelosok Jawa Barat. Atribut biru dicari tanpa memedulikan harga demi sebuah identitas sosial: “Aku adalah bagian dari perayaan kemenangan.” Bahkan, Bandung dan sekitarnya seketika berubah menjadi lautan biru sebagai simbol solidaritas tanpa sekat kelas.

*Oase Penyembuh Luka Sosial*
Lebih jauh, Ketua PDM Garut ini menekankan bahwa di tengah berbagai impitan hidup, sepak bola hadir sebagai bentuk katarsis atau pelepasan emosi yang positif bagi masyarakat yang haus akan kegembiraan.

“Persib dengan kemenangannya menjadi obat pereda sakit ekonomi, sakit moral, dan sakit budaya. Sejenak, setiap orang larut dalam perayaan dan melupakan luka-luka politik, derita ekonomi, dan patologi moral. Sepak bola adalah oase penyembuh luka jarak itu semua, sepak bola mempersatukan, jangan ada yang tertinggal,” tuturnya.

Dia juga mengimbau para pemimpin dan tokoh masyarakat untuk peka dan hadir di tengah rakyat dalam momentum seperti ini—memberikan teladan budaya menonton yang bermarwah, inklusif, dan menjunjung tinggi fair play. Sebab, wajah sepak bola adalah cerminan asli karakter bangsa.

“Sepak bola telah menyatukan lapis sosial, tidak membedakan gender, usia, kota-pelosok desa, kaya-miskin, berpendidikan-awam, kaum agamawan, hingga politisi menjadi satu: pencinta bola sejati. Apa yang perlu kita catat saat Persib juara adalah adanya energi spiritual manusia yang menyatu dengan ragam keunikannya masing-masing,” pungkas Agus Rahmat.

Seperti diketahui,Persib menjadi juara BRI Super League 2025/2026 setelah pertandingan melawan Persijap berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (23/5/2026). Persib mengakhiri musim ini dengan koleksi 79 poin dari 34 laga. 

Perwakilan PD Muhammadiyah Garut, selaku penyelenggara nobar, Jamal Alamsyah, menjelaskan bahwa kegiatan nobar ini bukan sekadar ajang menonton pertandingan, melainkan sebuah ruang untuk memperkuat tali persaudaraan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah, kebersamaan, dan silaturahmi, baik antar sesama warga Muhammadiyah maupun dengan masyarakat umum, melalui momentum pertandingan final Liga 1 Indonesia. Selain itu, ini juga menjadi sarana hiburan yang positif sekaligus memperkuat semangat sportivitas,” ujar Jamal saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (23/5/2026).

Jamal menambahkan, laga final Liga 1 merupakan momentum besar yang mendapat perhatian luas dari berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, PD Muhammadiyah Garut berinisiatif menghadirkan suasana kebersamaan di Gedung Dakwah agar masyarakat dapat menyaksikan pertandingan dengan nyaman.

“Kami ingin menyediakan ruang silaturahmi yang positif. Dengan begitu, masyarakat dan para pendukung bisa menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding dalam suasana yang tertib, aman, dan penuh kekeluargaan,” tambahnya.

Acara nobar ini terbuka bagi berbagai kalangan. Sasaran kegiatan ini meliputi: Warga Muhammadiyah Garut, Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, pemuda, pelajar, dan mahasiswa, dan masyarakat umum pecinta sepak bola, khususnya para pendukung setia Persib Bandung.

Acara nobar di Gedung Dakwah ini pun ditutup dengan tertib, merefleksikan pesan dakwah kultural bahwa kegembiraan atas kemenangan olahraga dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai ukhuwah islamiyah dan ketertiban umum di Kabupaten Garut.

Melalui kegiatan ini, PD Muhammadiyah Garut juga berharap nilai-nilai sportivitas dalam olahraga dapat menyatu dengan nilai-nilai ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat Garut.