Reporter: Dede Irwan
KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Upaya optimalisasi lahan yang selama ini kurang dimanfaatkan terus digalakkan di Kabupaten Ciamis guna mendukung ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Polres Ciamis yang berkolaborasi dengan Kelompok Tani Satria Perkasa di Kecamatan Sindangkasih, dengan mengembangkan sistem pertanian tumpang sari. Program ini mengubah lahan tadah hujan yang sebelumnya kurang produktif menjadi kawasan pertanian yang menanam beragam komoditas unggulan, mulai dari bawang merah, jahe gajah, cabai rawit, hingga jagung dalam satu hamparan luas.
Kegiatan penanaman benih bawang merah
secara simbolis dilakukan langsung oleh Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah,
S.H., S.I.K., M.Si., bersama para anggota Kelompok Tani Satria Perkasa.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih,
Kabupaten Ciamis, pada Kamis (21/05/2026), dan berjalan dengan aman, lancar, serta penuh semangat kebersamaan.
Dalam program ini, lahan tadah hujan
seluas 2 hektar yang sebelumnya cenderung terlantar dan kurang memberikan hasil ekonomi bagi warga, kini disulap menjadi lahan pertanian yang bernilai ekonomis tinggi. Melalui sistem tanam tumpang sari atau penanaman campuran, para petani
menanam bawang merah yang dikombinasikan dengan jahe gajah, cabai rawit, dan jagung. Metode ini dipilih bukan hanya untuk memaksimalkan penggunaan ruang lahan, tetapi juga untuk menjaga kesuburan tanah serta meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen dalam satu masa tanam.
Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah,
menyampaikan bahwa kolaborasi strategis ini merupakan wujud nyata kehadiran
institusi kepolisian dalam mendukung program pemerintah daerah maupun pusat,
khususnya dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, pemanfaatan lahan yang ada, sekalipun tadah hujan, sangat potensial
jika dikelola dengan teknik pertanian yang tepat dan berkelanjutan.
“Kita sama-sama menyaksikan hari ini
penanaman benih bawang yang akan kita tumpang sari-kan dengan jahe, cabai rawit dan jagung, sehingga nanti hasilnya diharapkan lebih meningkat dan berlipat ganda. Untuk bawang sendiri, saat ini baru ditanam sekitar dua hektar, namun kedepannya kami berkomitmen untuk terus mengembangkan lahan ini hingga mencapai 4
hektar agar manfaatnya semakin besar bagi masyarakat,” ujar AKBP Hidayatullah saat ditemui di lokasi kegiatan.
Lebih jauh, Kapolres menegaskan bahwa
peran Polres Ciamis dalam program ini tidak hanya sebatas pendampingan saat
penanaman, tetapi juga memberikan dukungan penuh kepada kelompok tani agar mampu mengembangkan sektor pertanian secara mandiri dan berkelanjutan. Sinergitas antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan di wilayah Ciamis, sekaligus menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu penggerak utama perekonomian warga.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Satria Perkasa, Endang Ridwan, mengaku sangat menyambut baik dan merasa termotivasi dengan perhatian serta dukungan yang diberikan oleh Polres Ciamis. Menurutnya, kehadiran Kapolres dan jajarannya turut membangkitkan semangat para petani untuk mengelola lahan yang sebelumnya dianggap kurang produktif menjadi lahan yang
bernilai tinggi.
“Dengan bergabungnya Pak Kapolres dan
jajaran ke kelompok tani kami, Alhamdulillah menambah semangat dan kekuatan kami untuk terus berinovasi menanam di sini. Kami terapkan sistem tumpang sari dengan komoditas jahe gajah, bawang merah, cabai rawit, dan jagung. Cara ini kami pilih agar hasil panen lebih beragam dan tentunya lebih menguntungkan secara ekonomi bagi para petani,” ungkap Endang Ridwan dengan penuh harap.
Kelompok Tani Satria Perkasa yang
beranggotakan sekitar 21 hingga 25 orang ini juga berkomitmen untuk
memberdayakan warga sekitar secara maksimal dalam setiap tahapan pengelolaan lahan, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan. Bahkan, ambisi besar telah disiapkan ke depan, di mana kelompok tani ini menargetkan mampu
memproduksi bibit atau benih pertanian sendiri di Kabupaten Ciamis. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan benih dari luar daerah dan menjadikan Ciamis sebagai penyangga benih lokal yang berkualitas.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan
pemanfaatan lahan tadah hujan di wilayah Kabupaten Ciamis dapat terus
berkembang pesat dan menjadi contoh sukses bagi wilayah lain. Transformasi
lahan tidur menjadi lahan produktif tidak hanya berperan dalam menjaga
ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi solusi strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, serta mengangkat taraf kesejahteraan para petani di Kabupaten Ciamis.
Sepanjang rangkaian kegiatan penanaman
berlangsung, suasana terlihat penuh kekeluargaan dan antusiasme tinggi dari
seluruh peserta. Situasi juga terpantau aman, tertib, lancar, dan kondusif,
sejalan dengan tujuan utama kegiatan ini yaitu mempererat hubungan harmonis
antara Polri dan masyarakat dalam membangun daerah.
Sumber Berita : Humas Polres Ciamis