Pewarta : Iwan.K
KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan Program Nasional Unggulan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini juga dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan membentuk karakter generasi muda melalui kegiatan makan bersama.
Tujuan utama Memastikan semua anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup, mengurangi masalah malnutrisi, dan mendukung pertumbuhan generasi yang sehat.
Akan tetapi program tersebut menuai Keluhan dari beberapa sekolah yang berada di Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya di karenakan tidak adanya pengiriman Makanan Bergizi Gratis selama dua pekan oleh Dapur Sukamanah SPPG Yayasan Generasi Ilmu yang beralamat di Jl. Pinggirsari RT 05/RW 03 Desa Gunungsari kecamatan Sukaratu
Salah satu kepala sekolah Dasar yang ada di Desa Sukamahi mengatakan ” iya pa kami sudah hampir 2 Minggu ini tidak mendapat kiriman MBG dari dapur yang biasa yaitu dapur Sukamanah dan kami tidak tahu ada kendala apa sedangkan para siswa setiap hari menanti dan selalu menyakan,”katanya
”Setahu saya ada hampir 7 sekolah SD dan SMP yang dikirim dari dapur tersebut dan mereka pun sama tidak ada pengiriman MBG,” terang Kepsek
Sementara Yopi selaku Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Dapur Yayasan Generasi Ilmu saat di temui di dapurnya mengatakan ” ya benar pa untuk saat ini selama dua periode atau 10 hari dapurnya kami tutup dulu untuk sementara dan tidak melakukan pengiriman ke sekolah-sekolah dikarenakan anggaran dari BGN nya belum cair-cair sampai saat ini dan para karyawan atau Penjamah makanan pun untuk sementara kami pindahkan dulu ke Dapur SPPG yang ada di Bantar untuk membantu training karyawan disana dan sebagian lagi kami liburkan “ucap yopi, Selasa (21/10/2025).
Lanjut Yopi, sebetulnya kami sudah melakukan pembertahuan terhadap sekolah sekolah yang Mou sama dapur kami mengenai permasalahan ini dan kami pun sudah memback up cadangan anggaran dari mitra SPPG selama satu periode, akan tetapi anggarannya belum cair juga dari BGN, jadi ya mau gimana lagi kita tutup dulu pa,”paparnya
”Kami berharap dari pemerintah pusat atau dari Badan Gizi Nasional (BGN) bisa segera membantu mencairkan anggaran untuk dapur kami yang terhutang selama 2 periode, supaya bisa cepat terealisasi dan cepat cair, supaya dapur kami bisa beroperasi kembali karena dampak dari di tutupnya dapur ini tidak bisa menyalurkan Makanan Bergizi Gratis ke sekolah-sekolah yang sudah mou bersama Dapur SPPG Yayasan Generasi Ilmu.”pungkasnya
Sementara Camat Sukaratu Wawan ditemui di kantornya mengungkapkan kami baru mengetahui adanya sekolah sekolah yang tidak bisa dikirim MBG dari salah satu dapur dan tentu saja kami akan mengkroscek ke lapangan khususnya kepada dapur tersebut dan menanyakan kendalanya apa sehingga dapur bisa tutup dulu sudah hampir 2 Minggu hingga sekarang,”singkatnya.