Pewarta : Nadia.FA.Saragih
KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA dari seluruh Indonesia mengikuti ujian kualifikasi bahasa Arab/ Tahdid Mustawa untuk melanjutkan pendidikan di Ma’had Bu’uts Al-Azhar, Mesir. Acara yang diselenggarakan oleh Afwaja Center ini berlangsung di Aula MAN 1 Darussalam Ciamis, Pada Senin (15/09/2025).
Program ini, kini membuka pintu lebih lebar, ada Dua Jalur Emas Menuju Al-Azhar, yakni :
1. Jenjang Universitas: Bagi lulusan SMA/sederajat yang ingin melanjutkan studi ke jenjang (S1) hinngga (S3) di berbagai fakultas Universitas Al-Azhar.
2. Jalur Ma’had Al-Bu’uth Al-Islamiyyah: Jalur beasiswa penuh untuk jenjang SMP (I’dadi) dan SMA (Tsanawi). Ma’had Al-Bu’uth adalah lembaga pendidikan persiapan resmi milik Al-Azhar yang dikhususkan bagi pelajar internasional berprestasi dari seluruh dunia.
Pendiri Afwaja Center sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Sibghatul Azhar Asy-Syarif, Ustaz H. Yumna Ilahy, Lc., menjelaskan bahwa ujian ini adalah puncak dari gemblengan intensif. “Ujian kualifikasi bahasa Arab ini merupakan prasyarat mutlak. Para peserta harus meraih Ijazah Najah, sertifikat kelulusan yang setara dengan TOEFL sebagai bukti kompetensi mereka,” ungkap Ustaz Yumna.
Ia menambahkan, antusiasme para pelajar sangat luar biasa. “Para pelajar datang dari Sabang hingga Merauke, menunjukkan bahwa semangat menuntut ilmu di negeri para Nabi tidak mengenal batas geografis,” Jelasnya
Keputusan Afwaja Center memindahkan pusat kegiatannya dari Jakarta dan Depok ke Ciamis tidak lepas dari visi untuk mendirikan Pondok Pesantren Sibghatul Azhar Asy-Syarif.
Ustaz Yumna melihat potensi besar dan kebutuhan akses pendidikan luar negeri di wilayah Priangan Timur. “Kami hadir di Ciamis untuk merangkul dan membantu masyarakat. Kami ingin mematahkan stigma bahwa belajar ke luar negeri itu mahal dan sulit,” tegasnya.
Ia berpesan kepada para peserta ujian yang sedang berjuang, “Fokuslah pada ikhtiar dan tawakal. Manfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya,” pesannya.
Tidak hanya itu, ia juga menekankan bahwa kesuksesan dapat diraih oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang. “Ingatlah, seperti falsafah ‘La Souffrance Pour Tout Le Monde’ yang berarti ‘matahari bersinar untuk semua’, kesuksesan itu milik setiap orang,” tambahnya.
Di antara ratusan peserta, Siti Nur Hasanah (20) Asal Surabaya membawa kisahnya sendiri Perjuangannya menuju Al-Azhar bukanlah perjalanan yang mulus. Ia menuturkan bahwa ini adalah kesempatan keduanya setelah sempat menelan pil pahit kegagalan dan putus asa.
“Sebenarnya, saya sudah pernah mencoba mendaftar pada tahun 2024, namun takdir berkata lain. Saya sempat putus asa,” ungkap Siti dengan mata berbinar. “Alhamdulillah, tahun 2025 ini Allah memberikan kesempatan lagi, dan saya tidak mau menyia-nyiakannya.”
Bagi Siti, tantangan terberat dalam seleksi ini adalah penguasaan bahasa Arab yang mendalam. “Standarnya sangat tinggi, bahkan untuk penutur asli sekalipun. Kami dituntut untuk tidak hanya berpikir, tetapi juga menggunakan perasaan untuk menghayati setiap kata,” Tutup Siti.
Lembaga ini berharap kehadirannya di Pondok Pesantren Sibghatul Azhar Asy-Syarif dapat merangkul dan membantu masyarakat Ciamis dan sekitarnya (Banjar, Tasik, Pangandaran) yang minim kesempatan serupa.
“Kami memohon dukungan dari masyarakat. Semoga langkah ini senantiasa diberi kemudahan dan keberkahan, sehingga kami dapat melahirkan ulama-ulama Nusantara yang akan menyebarkan kebaikan di seluruh Indonesia,” Pungkasnya