KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Persoalan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, menjadi perhatian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baregbeg.
Pasalnya, terdapat sejumlah sekolah yang sebelumnya tercatat sebagai penerima manfaat, namun tidak tercantum dalam daftar penerima manfaat terbaru. Kondisi tersebut berdampak pada 1.052 penerima manfaat yang tidak memperoleh jatah MBG selama dua hari sejak Senin, 5 Oktober 2026.
Dari total 28 kelompok penerima manfaat (KPM) yang berada dalam cakupan layanan SPPG Baregbeg, sebanyak 10 KPM diketahui tidak tercantum dalam surat penetapan terbaru.
Kepala SPPG Baregbeg, Andy, S.T., M.T., membenarkan adanya perubahan daftar penerima manfaat tersebut. Ia mengatakan, kondisi itu diketahui setelah pihaknya menerima surat penetapan kelompok penerima manfaat terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Iya betul, dari 28 ada 10 KPM yang tidak menerima MBG,” kata Andy kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, surat penetapan tersebut merupakan pembaruan data penerima manfaat yang dilakukan berdasarkan hasil penginputan data terakhir.
Andy menjelaskan, surat penetapan kedua diterbitkan sebagai bagian dari proses penyempurnaan data penerima manfaat yang sebelumnya telah ditetapkan.
“Jadi surat penetapan KPM yang kedua ini tujuannya untuk menyempurnakan data yang pertama,” ujarnya.
Andy sendiri diketahui baru menjabat sebagai Kepala SPPG Baregbeg kurang dari satu pekan. Ia mengaku tidak mengetahui secara rinci isi surat penetapan penerima manfaat sebelumnya karena dokumen tersebut diterimanya dari kepala SPPG yang lama.
Setelah dilakukan pengecekan terhadap data terbaru, pihaknya menemukan sejumlah sekolah yang sebelumnya masuk dalam layanan MBG tidak tercantum dalam daftar penerima manfaat.
SPPG Baregbeg kemudian berkoordinasi dengan BGN untuk memastikan langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi perubahan data tersebut.
“Setelah kami berkoordinasi dengan BGN, kami diarahkan untuk melayani KPM yang ada di dalam SPS 2 itu, sekalipun jumlahnya tidak sama persis dilayani saja sesuai dengan data real di lapangan,” ungkap Andy.
Mengenai penyebab sejumlah sekolah tidak tercantum dalam daftar terbaru, Andy belum dapat memastikan secara pasti. Namun, ia menduga perubahan tersebut berkaitan dengan proses pemutakhiran sekaligus validasi data yang dilakukan oleh BGN.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, SPPG Baregbeg telah mengusulkan kembali sekolah-sekolah yang tidak tercantum agar dapat masuk dalam daftar penerima manfaat.
Pihak SPPG juga telah mendatangi sekolah yang terdampak untuk menyampaikan kondisi tersebut secara langsung sekaligus meminta maaf atas terhentinya sementara penyaluran MBG.
“Kami juga sudah mendatangi sekolah-sekolah, silaturahmi sekalian meminta maaf karena tidak dilayani dulu untuk sementara. Kemudian, kita usahakan bagaimana mekanisme selanjutnya, juga mencari tahu apa masalahnya kenapa sampai tidak tersalur,” jelasnya.
Andy belum dapat memastikan kapan penyaluran MBG bagi sekolah-sekolah tersebut kembali berjalan seperti sebelumnya. Meski demikian, ia memastikan SPPG Baregbeg terus melakukan koordinasi dan mengupayakan penyelesaian agar layanan MBG dapat kembali diterima para siswa.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Baregbeg, Ipah Saripah, S.Pd., M.Pd., membenarkan bahwa sekolahnya tidak menerima distribusi MBG sejak Senin (5/10/2026).
Menurut Ipah, pihak sekolah sebelumnya telah menerima pemberitahuan dari SPPG pada Sabtu (3/10/2026) mengenai penghentian sementara penyaluran MBG.
“Kemarin Sabtu ada pemberitahuan dari SPPG katanya tidak akan disalur MBG dulu. Kami tidak tahu penyebabnya apa. Tapi, tadi juga dari SPPG sudah ada ke sini menyampaikan permohonan maaf,” kata Ipah.
Selama penyaluran MBG dihentikan sementara, pihak sekolah mengimbau para siswa untuk membawa bekal makanan dari rumah.
Pihak sekolah berharap persoalan pemutakhiran data tersebut segera mendapatkan solusi sehingga distribusi MBG dapat kembali berjalan normal dan para siswa kembali memperoleh manfaat program tersebut.”Pungkasnya.