KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilih serta pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila menjadi perhatian Anggota DPR RI Agun Gunanjar Sudarsa. Menurutnya, kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh proses pemilihan pemimpin, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah pemerintahan dan masa depan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Agun saat melaksanakan kegiatan reses di Hotel Tyiara, Kabupaten Ciamis, Senin (26/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih memahami arti penting partisipasi politik sebagai bagian dari tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Agun menilai, pemilu merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan sosok pemimpin yang akan menjalankan pemerintahan sekaligus memengaruhi kebijakan dan kualitas pelayanan publik selama lima tahun mendatang.
Ia mengingatkan bahwa keputusan untuk tidak menggunakan hak pilih bukanlah hal yang tanpa konsekuensi. Sebab, hasil pemilu akan berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk masa depan generasi berikutnya.
“Kalau Anda tidak memilih, Anda juga tidak bertanggung jawab. Sesungguhnya, Anda menciptakan ketidakpastian, bahkan mungkin keburukan untuk kehidupan Anda lima tahun ke depan,” ujar Agun.
Ia menegaskan, masyarakat perlu menggunakan pertimbangan yang matang dalam menentukan pilihan. Rekam jejak, kemampuan, kapasitas, serta integritas calon pemimpin, menurutnya, merupakan sejumlah aspek yang patut diperhatikan agar pilihan politik didasarkan pada penilaian yang rasional.
Selain mendorong partisipasi pemilih, Agun juga menyoroti perlunya memperkuat pendidikan Pancasila dan demokrasi, khususnya bagi kalangan pelajar. Ia berpandangan bahwa pemahaman terhadap dasar negara dan sejarah perjuangan bangsa harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Menurut Agun, pemahaman sebagian anak mengenai Pancasila dan sejumlah momentum penting dalam sejarah nasional masih perlu mendapat perhatian. Karena itu, materi pendidikan yang berkaitan dengan ideologi negara dan demokrasi dinilai perlu diperkuat melalui sistem pembelajaran di sekolah.
Ia juga menyinggung peran Komisi X DPR RI dalam mendorong perhatian terhadap penguatan pendidikan Pancasila dan demokrasi di lingkungan pendidikan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu membentuk generasi muda yang memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus mampu menjalankan kehidupan demokrasi secara bertanggung jawab.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, Agun turut menyoroti perubahan pola komunikasi masyarakat melalui media sosial. Kehadiran berbagai platform digital telah membuka ruang baru bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, memperoleh informasi, serta mengikuti aktivitas para tokoh publik.
Agun mengaku memanfaatkan sejumlah platform, seperti Facebook, Instagram, dan TikTok, sebagai sarana informasi agar masyarakat dapat mengetahui aktivitas serta kiprahnya sebagai anggota legislatif.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa media sosial bukan menjadi satu-satunya pendekatan yang digunakannya dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Pertemuan secara langsung tetap menjadi bagian penting, sedangkan platform digital dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mencari informasi dan menelusuri rekam jejaknya.
“Bapak lebih memilih ketemu langsung, tapi media sosial sebagai sarana untuk orang mengecek,” ungkapnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Agun kembali menekankan pentingnya membangun kesadaran politik masyarakat, memperkuat pendidikan Pancasila dan demokrasi, serta memanfaatkan media sosial secara bijak.
Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa demokrasi bukan sekadar memberikan suara saat pemilu, melainkan juga menyangkut tanggung jawab bersama dalam mengawal pemerintahan, menilai kebijakan publik, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan demi masa depan Indonesia.”Tutupnya.