KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Masyarakat yang ingin menikmati buah segar dengan harga ekonomis bisa mengunjungi lapak buah milik Haji Wahyu di Jalan Nasional Ciamis–Cikoneng, Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Di tengah melimpahnya hasil panen, semangka dan melon berukuran cukup besar ditawarkan hanya Rp10.000 per buah, Sabtu (24/10/2026).
Program penjualan dengan harga terjangkau tersebut menjadi alternatif bagi warga untuk memenuhi kebutuhan buah-buahan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Selain semangka dan melon, tersedia pula berbagai pilihan mangga yang dijual berdasarkan berat.
Pemilik usaha Durian Kujang, Haji Wahyu, menuturkan bahwa program tersebut memanfaatkan momentum musim panen yang tengah berlangsung di sejumlah daerah. Melimpahnya pasokan buah menjadi peluang untuk menghadirkan harga yang lebih ramah bagi konsumen.
Menurut Wahyu, langkah ini juga menjadi salah satu upaya agar hasil pertanian dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat, termasuk mereka yang tidak memiliki kebun buah sendiri.
“Sekarang sedang musim buah. Petani di seluruh Indonesia sedang panen dan stoknya melimpah. Saya memanfaatkan momen ini supaya masyarakat yang tidak menanam semangka, melon, atau buah-buahan lainnya tetap bisa menikmati hasil panen petani Indonesia,” ungkap Wahyu.
Dari sisi harga, melon dengan bobot sekitar satu hingga dua kilogram dibanderol Rp10.000 per buah. Sementara itu, semangka dengan berat berkisar 1,5 hingga 2,5 kilogram juga dijual dengan harga yang sama.
Adapun mangga ditawarkan seharga Rp10.000 per kilogram. Skema penjualan tersebut disesuaikan dengan karakteristik ukuran buah agar pembeli dapat memilih sesuai kebutuhan.
Sejumlah jenis buah yang disediakan di antaranya mangga arum manis, semangka baby black, semangka tanpa biji, semangka berbiji, serta melon skyrocket. Varian melon tersebut menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang menyukai buah dengan cita rasa manis.
Wahyu menyebutkan, penjualan dengan harga promo itu telah dimulai sejak Kamis (22/10/2026) dan direncanakan berlangsung hingga 7 November 2026 di lokasi saat ini.
Setelah masa promo berakhir, kegiatan penjualan serupa direncanakan berlanjut di kedai baru yang berlokasi tepat di depan Kantor Desa Margaluyu.
Ia mengaku bersyukur atas respons masyarakat yang cukup baik terhadap penawaran tersebut. Melalui harga yang lebih terjangkau, ia berharap minat warga untuk membeli dan mengonsumsi buah-buahan semakin meningkat.
Dalam menjalankan usahanya, Wahyu tidak mengandalkan hasil kebun pribadi. Ia memperoleh pasokan melalui kerja sama dengan sejumlah mitra dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Sumatra.
Jaringan pemasok tersebut menjadi salah satu penopang usahanya dalam menyediakan beragam jenis buah untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
“Kami tidak menanam sendiri karena posisi kami sebagai pedagang. Kami punya rekan kerja sama dari berbagai daerah, bukan hanya Jawa Barat, tetapi juga Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Sumatra,” jelasnya.
Lebih dari sekadar menawarkan harga murah, Wahyu berharap kegiatan penjualan ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh buah segar sekaligus membantu memperluas akses konsumen terhadap hasil pertanian.
Ia juga berharap program tersebut bisa menjangkau lebih banyak warga, khususnya di wilayah Jawa Barat, selama ketersediaan pasokan dan kondisi usaha memungkinkan.
“Harapan saya, masyarakat bisa menikmati buah yang kami tawarkan. Sedikit banyaknya, kami ingin membantu masyarakat agar bisa makan buah karena manfaatnya sangat baik bagi kesehatan,” pungkasnya.
Melalui promo ini, Wahyu ingin menghadirkan pilihan belanja buah yang ekonomis bagi masyarakat. Di sisi lain, melimpahnya hasil panen diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk mempertemukan produk petani dengan konsumen melalui jalur perdagangan yang lebih mudah dijangkau.
