KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Pembelajaran olahraga di alam terbuka menjadi salah satu alternatif kegiatan edukatif yang menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.

Melalui aktivitas outdoor learning, peserta didik tidak hanya diajak menjaga kebugaran jasmani, tetapi juga didorong untuk meningkatkan motivasi belajar, menumbuhkan keceriaan, serta membangun karakter positif sejak usia dini.

Konsep pembelajaran ini memadukan aktivitas olahraga, rekreasi, dan edukasi dalam suasana yang lebih segar dan menyenangkan. Dengan belajar di luar ruang kelas, siswa memiliki kesempatan untuk bergerak lebih leluasa sekaligus berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cibaros, Hj. Ilis Nurhasanah, menyampaikan bahwa pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di alam terbuka sejalan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang menekankan proses pembelajaran menyenangkan dan berorientasi pada kebahagiaan peserta didik.

Menurutnya, olahraga tidak hanya berperan dalam menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter anak, seperti kedisiplinan, kerja sama, keceriaan, serta kepedulian terhadap diri sendiri.

“Olahraga di alam terbuka sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga dapat membangun karakter positif, seperti keceriaan, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap diri sendiri,” ujar Hj. Ilis Nurhasanah.

Ia menjelaskan, melalui pembelajaran PJOK di luar kelas, siswa diajak untuk lebih mengenal dan menghargai tubuhnya sendiri dengan membiasakan pola hidup sehat serta menjaga kebugaran sejak dini.

Suasana belajar yang menyenangkan diharapkan mampu membuat siswa lebih bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan jasmani dan perkembangan karakter anak.

“Melalui pembelajaran PJOK di alam terbuka, siswa diajak mencintai tubuhnya sendiri dengan menjaga kesehatan, sekaligus belajar dalam suasana yang menyenangkan. Hal ini sejalan dengan Kurikulum Berbasis Cinta yang kami terapkan di madrasah,” pungkasnya.

Melalui pendekatan tersebut, MI Cibaros berharap kegiatan pembelajaran dapat menjadi pengalaman positif bagi siswa, sekaligus menanamkan kebiasaan hidup sehat, semangat belajar, dan nilai-nilai karakter yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan.