KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Pengembangan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan institusi dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman. Semangat tersebut menjadi salah satu perhatian STIKES Muhammadiyah Ciamis dalam momentum wisuda Tahun Akademik 2025–2026.
Sebanyak 235 lulusan resmi diwisuda pada 14 September 2026. Dari jumlah tersebut, 81 lulusan profesi Ners turut mengikuti pengambilan sumpah profesi sebagai bagian dari kesiapan menjalankan tanggung jawab di bidang pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pihak kampus untuk menyampaikan arah pengembangan institusi, termasuk rencana transformasi menuju Universitas Muhammadiyah Ciamis serta pembaruan sistem pelayanan akademik berbasis teknologi.
Ketua STIKES Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, SKM., MM., mengingatkan bahwa gelar akademik harus diiringi kesungguhan dalam menjalankan profesi.
Para lulusan diharapkan tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu menunjukkan sikap disiplin, menjunjung etika, dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, kompetensi dan integritas menjadi modal penting bagi lulusan untuk menghadapi persaingan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing.
Enam Program Studi Baru Masuk Rencana Pengembangan
Salah satu agenda besar yang disampaikan dalam kesempatan tersebut adalah rencana pengembangan STIKES Muhammadiyah Ciamis menjadi universitas.
Untuk mendukung rencana itu, pihak kampus menyiapkan penambahan enam program studi, meliputi S1 Psikologi, S1 Sains Biomedis, S1 Hukum, S1 Manajemen, S1 Bisnis Digital, dan S1 Informatika.
Rencana tersebut menunjukkan adanya upaya memperluas cakupan pendidikan yang selama ini berfokus pada bidang kesehatan menuju sejumlah disiplin ilmu lainnya.
Dengan pengembangan tersebut, kampus diharapkan dapat membuka lebih banyak pilihan pendidikan bagi masyarakat sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan berbagai sektor.
Transformasi kelembagaan ini menjadi bagian dari arah pengembangan jangka panjang STIKES Muhammadiyah Ciamis. Namun, realisasi perubahan status institusi tetap harus mengikuti ketentuan dan proses perizinan yang berlaku.
Dokumen Akademik Mulai Beralih ke Sistem Elektronik
Di sisi pelayanan, pemanfaatan teknologi menjadi langkah lain yang dilakukan kampus untuk memperbarui tata kelola administrasi pendidikan.
Sejak Tahun Akademik 2024/2025, STIKES Muhammadiyah Ciamis telah menjalankan digitalisasi sejumlah dokumen akademik, mulai dari ijazah, transkrip nilai, hingga Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Dokumen tersebut dilengkapi barcode atau QR code yang membantu proses verifikasi keaslian oleh pihak yang berkepentingan. Dengan sistem ini, pemeriksaan dokumen diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien.
Digitalisasi juga diarahkan untuk memperkuat keamanan data, meningkatkan akuntabilitas administrasi, serta mengurangi ketergantungan pada dokumen berbasis kertas.
Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan perguruan tinggi yang lebih modern, sejalan dengan kebutuhan pelayanan pendidikan di era digital.
Alumni Diharapkan Membawa Manfaat bagi Masyarakat
Kepada para lulusan, Nur Hidayat berpesan agar proses belajar tidak berhenti setelah prosesi wisuda. Perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat menuntut setiap lulusan untuk terus memperbarui kemampuan serta meningkatkan kualitas diri.
Bagi lulusan profesi Ners, tanggung jawab tersebut berkaitan erat dengan mutu pelayanan, kepedulian terhadap pasien, serta kepatuhan terhadap etika profesi. Sementara itu, seluruh alumni diharapkan mampu menjaga nama baik almamater melalui karya dan pengabdian di lingkungan masing-masing.
Nur Hidayat juga mengapresiasi dukungan orang tua, keluarga, dosen, tenaga kependidikan, serta pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mendukung keberlangsungan pendidikan tinggi.
Ia berharap para alumni dapat mengambil peran dalam pembangunan daerah, terutama dalam peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Ciamis.
Bertambahnya lulusan tahun ini menjadi bagian dari perjalanan STIKES Muhammadiyah Ciamis dalam menjalankan misi pendidikan. Bersamaan dengan itu, rencana perluasan program studi dan penerapan layanan digital menjadi langkah yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas institusi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan.