KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Sejumlah ruang kelas dan bagian lantai di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cibaros, Desa Cineam, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami keretakan. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah merasa khawatir terhadap keselamatan siswa dan guru saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Kepala MI Cibaros, Hj. Ilis Nurhasanah, mengatakan bahwa keretakan pada sejumlah bagian bangunan sekolah diduga disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah cukup tua dan belum pernah direnovasi secara menyeluruh.
“Bangunan MI Cibaros ini berdiri sejak tahun 1970 dan sampai sekarang belum pernah dilakukan renovasi atau perbaikan secara menyeluruh. Jadi, sangat wajar jika kondisi bangunan dan lantainya saat ini banyak yang mengalami keretakan karena termakan usia,” ujar Hj. Ilis Nurhasanah kepada Fokus Priangan, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, apabila dilakukan renovasi secara menyeluruh, kemungkinan bangunan yang sudah mengalami kerusakan harus dibongkar terlebih dahulu dan kemudian dibangun kembali.
Sebagai kepala sekolah, Hj. Ilis berharap pemerintah Kabupaten Tasikmalaya maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan perhatian terhadap kondisi bangunan MI Cibaros, mengingat sekolah tersebut masih aktif digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan memiliki jumlah siswa yang cukup banyak.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk membantu memperbaiki bangunan sekolah ini. Karena sekolah masih aktif dan digunakan setiap hari oleh para siswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi bangunan yang mengalami kerusakan membuat pihak sekolah merasa waswas setiap kali kegiatan pembelajaran berlangsung di dalam kelas.
“Setiap hari kami selalu waswas ketika kegiatan pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Kami tentu berharap kondisi ini segera mendapatkan penanganan,” katanya.
Berdasarkan kondisi yang ada, kerusakan bangunan di MI Cibaros terdiri dari delapan ruang kelas yang mengalami rusak sedang dan dua ruang kelas mengalami rusak berat.
“Kami berharap segera ada tindak lanjut dan bantuan untuk perbaikan, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya.