Reporter : Damy

SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menandatangani Kerja Sama Daerah dengan Daerah Lain (KSDD) terkait penyediaan Public Service Obligation (PSO) untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung dalam rangkaian acara Groundbreaking Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) di Terminal Leuwi Panjang, Bandung, Rabu (22/7/2026).

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama para kepala daerah di kawasan Bandung Raya. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang terintegrasi, modern, berkelanjutan, dan terjangkau bagi masyarakat.

Pembangunan BRT Cekungan Bandung merupakan bagian dari Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) yang didukung Pemerintah Indonesia, World Bank, dan Agence Française de Développement (AFD). Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik melalui pembangunan infrastruktur modern serta penerapan Intelligent Transportation System (ITS).
Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan 6 depo BRT, 719 halte off-corridor, 34 halte on-corridor, jalur khusus BRT sepanjang 21 kilometer, serta sistem ITS metropolitan yang akan mendukung operasional transportasi secara terintegrasi. Dengan sistem tersebut, waktu tunggu armada ditargetkan maksimal 7 menit pada jam sibuk dan 15 menit pada jam tidak sibuk sehingga masyarakat memiliki alternatif transportasi yang nyaman, aman, dan tepat waktu.

Total pembiayaan proyek mencapai 264 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,8 triliun, dengan nilai investasi pembangunan infrastruktur BRT di kawasan Cekungan Bandung sekitar Rp1,3 triliun. Kehadiran BRT diharapkan mampu mengurangi kemacetan, menekan emisi kendaraan, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa transportasi publik modern merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus didukung oleh infrastruktur pendukung seperti trotoar yang nyaman, penerangan jalan yang memadai, keamanan, serta perubahan budaya masyarakat untuk lebih memilih angkutan umum.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa proyek MASTRAN merupakan upaya strategis pemerintah dalam menjawab tantangan kemacetan di kawasan metropolitan Bandung Raya. Menurutnya, yang dibangun bukan hanya infrastruktur, tetapi sebuah sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, aman, nyaman, dan menjadi pilihan utama masyarakat. Penandatanganan PSO juga menjadi jaminan agar layanan transportasi massal dapat beroperasi secara berkelanjutan dengan tarif yang tetap terjangkau.

Melalui penandatanganan kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sistem transportasi massal yang terintegrasi di Bandung Raya. Kehadiran BRT diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan bagi kawasan metropolitan, termasuk Kabupaten Sumedang.”Pungkasnya.