Reporter : Damy
โ
๐ธโโ๐บโโ๐ฒโโ๐ชโโ๐ฉโโ๐ฆโโ๐ณโโ๐ฌโFOKUSPRIANGAN.ID – Optimisme terhadap masa depan ekonomi Jawa Barat kembali menguat. Kepala Badan Pengelola Kawasan Ekonomi Rebana, Helmy Yahya, menegaskan bahwa Kawasan Rebana bukan sekadar proyek pembangunan wilayah, melainkan lokomotif utama yang akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Helmy usai menghadiri Forum Ekonomi Regional Jawa Barat yang digelar di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (23/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan dan kolaborasi seluruh daerah yang tergabung dalam kawasan Rebana agar mampu memanfaatkan peluang besar yang sedang terbuka.
Menurut Helmy, Kawasan Rebana memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Kehadiran infrastruktur strategis berskala nasional seperti Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan Pelabuhan Patimban menjadi modal besar dalam menciptakan ekosistem investasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
Ia menjelaskan, konektivitas yang semakin kuat akan mempercepat distribusi barang dan jasa, menurunkan biaya logistik, serta membuka peluang investasi baru di berbagai sektor industri, manufaktur, perdagangan, hingga ekonomi kreatif. Kondisi tersebut diyakini akan menjadikan Rebana sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling potensial di Indonesia.
Tak hanya itu, Helmy juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Sumedang yang dinilainya berhasil menunjukkan kemajuan signifikan dalam transformasi digital pemerintahan. Berbagai inovasi pelayanan publik berbasis teknologi yang dikembangkan Sumedang dinilai mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan responsif.
“Sumedang telah membuktikan diri sebagai daerah yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui inovasi digital. Hal ini menjadi modal penting dalam mendukung percepatan pembangunan dan investasi di Kawasan Rebana,” ujarnya.
Helmy menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kawasan Rebana tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat agar seluruh potensi yang ada dapat dimaksimalkan.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Barat.
“Dengan dukungan infrastruktur yang kuat, investasi yang terus tumbuh, serta kolaborasi seluruh pihak, Rebana memiliki peluang besar untuk menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru yang tidak hanya berdaya saing di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya.