KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Departemen Pertanian dan Peternakan Organisasi Garda Prabowo melakukan aksi nyata di tingkat tapak dengan menggelar kegiatan penyuluhan dan penyerahan bantuan pupuk bioteknologi kepada para petani dan paguyuban organik di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Langkah taktis ini dipimpin langsung oleh Ketua Departemen Pertanian Garda Prabowo bersama Praktisi Pupuk Organik nasional sekaligus Wakil Ketua Garda Prabowo Bidang Pertanian & Peternakan, Zulfikar, S.P.
Kehadiran jajaran pengurus Garda Prabowo ini membawa misi besar untuk menjawab jeritan petani terkait rusaknya struktur tanah pertanian akibat ketergantungan pupuk kimia anorganik dosis tinggi selama berpuluh-puluh tahun yang membuat tanah menjadi keras dan boros biaya, Minggu (21/6/26).
Dalam penyuluhan tersebut, Zulfikar, S.P. mengedukasi para petani mengenai pentingnya mengembalikan “3 Pilar Kesuburan Tanah”, yang meliputi kesuburan Fisik (menggemburkan struktur tanah), Kimia (keseimbangan hara), dan Biologi (menghidupkan kembali mikroba tanah).
”Garda Prabowo tidak hanya membawa teori, kami membawa solusi teknologi konkret yang siap pakai untuk petani di Ciamis. Tanah kita saat ini sedang sakit, keras, dan tidak mampu mengikat nutrisi sehingga pupuk menjadi boros. Solusinya adalah mengembalikan formula organik asli hasil riset laboratorium para pakar dan guru besar universitas terkemuka ke lahan pertanian,” ujar Zulfikar, S.P., di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan.
Ekonomi Sirkular Berbasis Limbah Aren Lokal. Salah satu kontribusi nyata yang menonjol dalam program ini adalah penerapan konsep ekonomi sirkular ramah lingkungan di Ciamis. Garda Prabowo bersama jaringan industrinya memanfaatkan potensi lokal berupa limbah perkebunan kawung (aren) yang melimpah di Ciamis sebagai salah satu bahan baku utama pembuatan pembenah tanah premium bernama Biohumic. Langkah ini dinilai cerdas karena mampu menekan Harga Pokok Produksi (HPP) sekaligus membersihkan limbah lingkungan pertanian.
Produk-produk yang diserahkan kepada paguyuban organik di Ciamis merupakan produk agro-bioteknologi yang telah mengantongi hak paten penuh, hasil kolaborasi riset ilmiah bersama sejumlah akademisi top seperti Dr. Mohammad Wijaya (UNM/UMI), Prof. Iradhatullah Rahim (LPPM UMPAR), Dr. Sukmawati, S.P., M.P., dan Prof. Dr. Halima Larekeng (UNHAS). Paket bantuan tersebut terdiri dari pembenah tanah Biohumic, pupuk pertumbuhan Arromang Cair, serta sosialisasi tentang new produk riset arromang slowrealise granul yg akan menjadi solusi pengurangan penggunaan kimia anorganik dan penambahan carbon dalam tanah pertanian.
Di akhir kegiatan, Zulfikar menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ekosistem pendukung yang mengawal gerakan ketahanan pangan ini.
”Gerakan ini bisa berjalan masif berkat dukungan luar biasa dari para Akademisi kampus dan tim Rispro LPDP yang menyediakan basis sains terbaiknya, para Praktisi Pertanian di lapangan yang gigih menguji coba produk, para Praktisi Hukum yang mengawal legalitas serta hak paten industri kami, serta seluruh jajaran Garda Prabowo yang berkomitmen penuh mengawal visi swasembada pangan nasional. Sinergi inilah kunci kemakmuran petani kita,” tutup Zulfikar.
Melalui momentum ini, Garda Prabowo berharap model pertanian terintegrasi berbasis riset dan kearifan lokal di Ciamis dapat menjadi proyek percontohan (demoplot) nasional untuk merestorasi kesuburan lahan pertanian di seluruh Indonesia.
Hadir dalam Rangkaian acara Program Ketahanan Pangan Garda Prabowo:
Advokat H. Daeng Lukman, S.H. (Ketua Bidang Pertanian dan Ketua LBH Garda Prabowo), Advokat Deyske Natalia Londah, S.H. (Wakil Bendahara Umum Garda Prabowo), dan Advokat Derry Rahman Hakim, S.H. (Wakil Ketua LBH Garda Prabowo), Drs. TB. Ukie (Sek Ketua Bidang Pertanian Garda Prabowo) serta Kang Edo Praktisi Pertanian Ciamis.
Daeng Lukman mengatakan bahwa apa yang kami persembahkan untuk warga Pertanian Ciamis ini, setidaknya menjadi solusi para Petani walaupun dalam jumlah kecil, sebab. Menurut Daeng mengutip Pesan Populer Bapak Prabowo: “Kalau anda tidak bisa banyak bantu orang, maka bantulah sedikit orang, tapi kalau tidak bisa juga, maka paling tidak jangan buat orang lain susah.” Katanya.
Sumber :