Reporter : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meninjau langsung kondisi Bendungan Rengrang bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Pertanian, Diskipas, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Rabu (5/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kerusakan saluran irigasi akibat longsor yang menyebabkan puluhan hektare lahan pertanian tidak lagi memperoleh pasokan air.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati menerima berbagai masukan dan aspirasi dari masyarakat, khususnya para petani yang terdampak. Berdasarkan data sementara, sekitar 70 hektare sawah yang berada di tiga desa mengalami kesulitan mendapatkan air akibat saluran irigasi yang tertutup material longsor.
Bendung Rengrang sendiri merupakan bagian dari rencana pembangunan jaringan irigasi yang diproyeksikan dapat membuka sekitar 4.500 hektare lahan sawah baru sebagai bagian dari program kompensasi pembangunan Waduk Jatigede. Namun dalam perjalanannya, masyarakat menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani agar manfaat proyek dapat dirasakan secara optimal oleh para petani.
Kepala Desa Cijambe, E. Takhyar Iskandar, menyampaikan bahwa hasil kunjungan Bupati menghasilkan beberapa langkah awal yang akan segera dilaksanakan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait.
Menurutnya, dalam waktu dekat akan dilakukan pembuatan dam parit sebagai solusi sementara agar air tetap dapat dialirkan ke area persawahan yang terdampak. Selain itu, alat berat juga akan segera diturunkan untuk membersihkan longsoran yang menutup saluran irigasi.
“Dinas Pertanian akan melakukan pendataan lahan yang terdampak, sementara Dinas PUTR menyiapkan alat berat untuk penanganan di lapangan. Pembiayaan dan langkah teknis selanjutnya akan dikoordinasikan bersama BBWS sebagai pihak yang menangani proyek tersebut,” ujarnya.
Masyarakat menyambut baik langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang dan berharap penanganan dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pertanian kembali berjalan normal. Para petani juga berharap solusi jangka panjang dapat segera diwujudkan agar persoalan irigasi yang telah berlangsung selama beberapa tahun dapat terselesaikan secara tuntas.
Selain persoalan irigasi, warga turut menyampaikan aspirasi terkait dampak yang ditimbulkan selama pelaksanaan proyek. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap berbagai kerugian yang dirasakan masyarakat, termasuk menindaklanjuti usulan terkait ganti rugi lahan yang terdampak.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk mendengar dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait, termasuk BBWS, Dinas PUTR, dan Dinas Pertanian, untuk bekerja secara terpadu dan mempercepat langkah penanganan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Bupati juga menekankan bahwa fungsi irigasi harus segera dipulihkan agar lahan pertanian masyarakat dapat kembali produktif. Menurutnya, keberadaan infrastruktur pengairan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani.”Ucapnya.
Dengan adanya peninjauan langsung ke lokasi, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap proses penanganan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjawab berbagai persoalan yang muncul di lapangan.”Pungkasnya.