Reporter : T.Abdul Fattah
KAB.GARUT | FOKUSPRIANGAN.ID – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan oleh Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah V Jawa Barat. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembentukan dan Pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang digelar di Kabupaten Garut, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Yayasan Penabulu dalam pengelolaan dan pemanfaatan Dana Alokasi Result Based Payment Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (RBP-REDD+) di Provinsi Jawa Barat.
Sebanyak 30 peserta berasal dari Desa Harumansari, Kecamatan Kadungora, dan 30 peserta dari Desa Karanganyar Kecamatan Leuwi goong mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan sejak dini.
Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Jawa Barat, Endik Casdika, mengatakan pembentukan Masyarakat Peduli Api merupakan salah satu langkah mitigasi untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Kami dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Jawa Barat hari ini melaksanakan Bimtek Pembentukan dan Pembinaan Masyarakat Peduli Api atau MPA dengan peserta sebanyak 30 orang, sebagian berasal dari Desa Haruman, Kecamatan Kadungora,” ujar Endik.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.
“Ini merupakan upaya kita sebagai mitigasi terhadap potensi kebakaran. Dalam pelatihan ini masyarakat diberikan kemampuan dan teknik dasar untuk mengantisipasi kebakaran, kemudian melakukan deteksi dini apabila terjadi kebakaran. Supaya api tidak membesar, deteksi dini dari masyarakat sangat diperlukan,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi teori di dalam kelas selama dua hari. Selain itu, mereka juga akan mengikuti praktik lapangan berupa simulasi pemadaman api.
Endik menjelaskan, pelatihan tidak hanya melibatkan CDK Wilayah V Jawa Barat, tetapi juga menghadirkan narasumber dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan.
“Di sini ada Balai Kebakaran Hutan dan Lahan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yang merupakan UPT dari Kementerian Kehutanan. Selain itu ada juga dari Perum Perhutani KPH Garut yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini,” jelasnya.
Setelah mengikuti pelatihan, para anggota MPA diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing serta menjadi garda terdepan dalam pencegahan kebakaran hutan.
Untuk memperkuat koordinasi dan penyebaran informasi, CDK Wilayah V Jawa Barat juga akan membentuk jaringan komunikasi yang terhubung mulai dari tingkat desa hingga provinsi.
“Nanti kita akan membuat grup MPA di tingkat desa, kemudian di tingkat kabupaten hingga terhubung ke grup MPA Jawa Barat. Mudah-mudahan dari 30 orang ini mereka bisa menyampaikan informasi dan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat lainnya,” ungkap Endik.
Ia berharap keberadaan Masyarakat Peduli Api dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan hutan serta mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Dengan adanya pembentukan dan pembinaan MPA ini, pemerintah optimistis upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Garut dapat berjalan lebih efektif melalui keterlibatan aktif masyarakat sebagai mitra utama dalam menjaga kelestarian hutan.”Tutupnya.