KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Cisarua, Kecamatan Cineam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan pemahaman mengenai risiko bencana, serta membangun koordinasi antarpihak dalam menghadapi situasi darurat.
Pelatihan ini dihadiri Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Setda Kabupaten Tasikmalaya, Agianto Ahmad Tahir, S.STP., M.Si.; Sekretariat BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Srie Yuniatun, S.P., M.M.; serta Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, S.Kep.
Turut hadir Plt. Sekretaris Kecamatan Cineam, Asep Taufik Mulyanto, S.Sos.; unsur Polsek dan Koramil Cineam; Kepala Desa Cisarua, Wawan R.H.; perwakilan kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar); instruktur Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops); serta relawan Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Cineam.
Sebanyak 87 peserta dari wilayah Kecamatan Cineam mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran para peserta dan relawan diharapkan dapat memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana di lingkungan masing-masing.
Dalam keterangannya kepada media Fokus Priangan, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan faktor penting dalam upaya mengurangi risiko dan dampak bencana.
Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat di tingkat kecamatan menjadi salah satu langkah penting mengingat masyarakat dan relawan merupakan unsur terdepan yang dapat berperan dalam penanganan awal ketika bencana terjadi.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dan relawan RPB dapat semakin memahami peran serta fungsinya dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana yang terkoordinasi, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan dan mitigasi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, unsur terkait, dan relawan perlu terus diperkuat.
Abdul Azis berharap pelaksanaan pelatihan tersebut dapat mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih tanggap, memiliki pengetahuan mengenai potensi ancaman bencana, serta mampu mengambil langkah yang tepat dalam situasi darurat.
“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BPBD Kabupaten Tasikmalaya berharap sinergi antara pemerintah daerah dan unsur di tingkat kecamatan semakin solid dalam mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang lebih siap menghadapi bencana,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Azis juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.A.P., serta Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., atas dukungan dan kesempatan yang diberikan sehingga kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana dapat terlaksana.
Ia menegaskan bahwa BPBD Kabupaten Tasikmalaya akan terus berupaya menjalankan arahan pimpinan daerah melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Tasikmalaya atas dukungan yang diberikan. Kami akan berupaya melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat menghadapi bencana,” pungkas Abdul Azis Riswandi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan peserta dan relawan dalam mengenali potensi ancaman, memahami langkah mitigasi, serta mendukung koordinasi penanganan bencana semakin meningkat, sehingga risiko dan dampak bencana di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dapat diminimalkan.