KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Suasana kebersamaan dan semangat religius mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis.
Selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2026, masyarakat bersama kalangan pesantren menggelar beragam kegiatan, mulai dari festival hadroh, kirab santri, gebyar sholawat, hingga upacara peringatan yang akan ditutup dengan botram bersama.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarpesantren sekaligus memperkuat hubungan antara santri, masyarakat, dan pemerintah desa.
Ketua Pelaksana Hari Santri Desa Gegempalan, Reksi, mengatakan peringatan tersebut merupakan agenda tahunan yang digagas dengan melibatkan para santri sebagai bagian penting dalam pelaksanaannya.
Menurutnya, banyaknya pondok pesantren di Desa Gegempalan menjadi potensi besar yang perlu dirangkul melalui kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Melihat banyaknya pondok pesantren di Desa Gegempalan, oleh karena itu kita manfaatkan potensi tersebut untuk menggelar kegiatan Hari Santri di Desa Gegempalan,” ujar Reksi, Rabu (21/10/2026).
Rangkaian acara dibuka pada 20 Oktober 2026 melalui festival hadroh yang diikuti peserta dari 20 pondok pesantren. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni musik islami.
Kemeriahan berlanjut dengan kirab santri yang melibatkan sekitar 600 peserta dari berbagai lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Pada malam harinya, masyarakat dan para santri dijadwalkan mengikuti gebyar sholawat.
Sementara itu, puncak peringatan akan dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, melalui upacara Hari Santri Nasional dengan Kepala Desa Gegempalan bertindak sebagai pembina upacara.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan botram atau makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan upaya mempererat tali persaudaraan.
Santri Didorong Berperan Aktif di Masyarakat.
Reksi menegaskan, peringatan Hari Santri tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu membangun semangat para santri agar semakin percaya diri dalam berkontribusi bagi lingkungan sosial dan pembangunan desa.
Ia mengingatkan bahwa santri harus mampu menjaga adab dan akhlak, sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun pemerintah.
“Jangan ada pikiran santri itu segan terhadap pemerintah dan masyarakat. Santri itu harus punya adab, harus bisa bersatu dengan masyarakat dan pemerintah,” tegasnya.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai unsur di tingkat desa, di antaranya pemerintah desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta kepala sekolah di wilayah Desa Gegempalan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membangun lingkungan yang harmonis, dengan pesantren dan santri sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Reksi pun berpesan agar para santri terus meningkatkan pengetahuan, menjaga perilaku, serta tidak ragu mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Jadilah santri yang berani, berani untuk membangun, baik untuk pesantren dan masyarakat. Santri harus bisa berguna untuk masyarakat,” pesannya.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Desa Gegempalan berharap semangat kebersamaan, nilai-nilai keagamaan, dan kepedulian sosial semakin tumbuh.
Dengan demikian, keberadaan santri dan pondok pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga ikut mendorong kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.
