KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Kondisi bangunan Madrasah Al-Ikhlas di Kampung Sukaharja, RT 015/RW 04, Desa Madiasari, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, kini memprihatinkan.

Sejumlah bagian bangunan madrasah, termasuk ruang kelas dan atap, mengalami kerusakan hingga ambruk. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi usia bangunan yang sudah cukup tua serta material penyangga yang lapuk.

Kerusakan bangunan madrasah bukan hanya mengganggu aktivitas pembelajaran, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan para siswa dan tenaga pengajar apabila bangunan tersebut tetap digunakan dalam kondisi seperti sekarang.

Ajeungan Sukayat, sesepuh sekaligus Kepala Madrasah Al-Ikhlas, mengatakan sebagian atap bangunan madrasah mulai ambruk sejak 2025 lalu.

Menurutnya, warga bersama pengelola madrasah sempat melakukan perbaikan secara swadaya. Namun, keterbatasan biaya membuat proses renovasi tidak dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Ambruknya atap Madrasah Al-Ikhlas ini terjadi sejak tahun 2025. Kami bersama masyarakat berusaha memperbaiki bangunan yang rusak sedikit demi sedikit dengan kemampuan yang ada,” ujar Ajeungan Sukayat kepada FokusPriangan.id.

Namun, upaya perbaikan secara swadaya tersebut belum mampu mengatasi seluruh kerusakan. Bahkan, beberapa bagian bangunan kembali mengalami kerusakan sehingga hingga kini belum dapat direnovasi secara menyeluruh.

Ajeungan Sukayat berharap kondisi Madrasah Al-Ihlas mendapat perhatian dari pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun pemerintah pusat.

“Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi bangunan madrasah yang sudah ambruk dan lapuk. Kami sebagai pengelola tentu merasa khawatir dengan kondisi bangunan seperti ini,” katanya.

Ia menilai dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar bangunan madrasah dapat segera diperbaiki sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.

“Kami berharap keluhan ini bisa didengar oleh pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat, sehingga Madrasah Al-Ikhlas bisa mendapatkan bantuan untuk renovasi,” pungkas Ajeungan Sukayat.