KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya mulai berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong warga melakukan berbagai ikhtiar, termasuk menggelar shalat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.

Salah satunya dilakukan warga Desa Madiasari, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Warga dari dua DKM, yakni DKM Al-Hidayah dan DKM Riyadlul Huda, melaksanakan shalat Istisqa secara bersama-sama di area pesawahan yang mengalami kekeringan di Kampung Sukahurip, RT 23/RW 05, Jumat (2/10/2026).

Pelaksanaan shalat Istisqa tersebut dihadiri Kepala Wilayah Dusun Sukahurip Elang Sudiaman, Ketua RW 15 Ustaz Nanang Mulyana, Ketua DKM Riyadlul Huda Wawan Kurniawan, para tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaannya, Ustaz Nanang Mulyana bertindak sebagai imam, sementara khotbah disampaikan Ustaz Ade Sudirman dan doa dipimpin Ustaz Ade Fatah Yasin.

Kepala Wilayah Dusun Sukahurip, Elang Sudiaman, mengatakan pelaksanaan shalat Istisqa berjalan dengan lancar dan khidmat.

“Alhamdulillah, pelaksanaan shalat Istisqa di Dusun Sukahurip berjalan lancar dan khidmat. Kami berharap melalui ikhtiar ini, Allah SWT segera menurunkan hujan sebagai rahmat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ustaz Ade Sudirman menyampaikan bahwa shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual masyarakat setelah menghadapi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Menurutnya, kondisi kekeringan mulai dirasakan langsung oleh warga. Sejumlah sumur mengering, lahan persawahan tidak dapat ditanami secara optimal, sementara ketersediaan rumput untuk pakan ternak juga semakin terbatas.

“Shalat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar masyarakat setelah mengalami kekeringan yang cukup panjang. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah turunnya hujan yang membawa rahmat bagi kehidupan kita semua,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bagi masyarakat Sukahurip, turunnya hujan bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan air, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas sehari-hari.

“Ketika hujan kembali turun, bukan hanya tanah yang menjadi basah. Sumur kembali terisi, sawah bisa kembali digarap, dan para peternak tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mencari rumput,” pungkasnya.

Masyarakat berharap kondisi kemarau panjang segera berakhir sehingga ketersediaan air kembali normal dan aktivitas pertanian serta peternakan dapat berjalan seperti biasa.