KAB.CIAMIS, FOKUSPRIANGAN.ID – Suasana Temu Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Ciamis berlangsung semarak dan interaktif. Lebih dari 1.000 anggota TPK mengikuti kegiatan yang diisi dengan arahan serta edukasi dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung KH. Irfan Hilmy Islamic Center, Kabupaten Ciamis, Selasa (29/9/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Kepala DPPKB Kabupaten Ciamis, jajaran TPK se-Kabupaten Ciamis, unsur TNI/Polri serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi kepada seluruh TPK yang selama ini berperan dalam memberikan pendampingan kepada keluarga di tengah masyarakat.
Menurut Herdiat, TPK memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kepada keluarga, terutama berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pola asuh serta pencegahan stunting.
“Pendampingan keluarga harus terus diperkuat. Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar keluarga mampu menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujar Herdiat.
Usai sambutan Bupati, Menteri Wihaji memberikan arahan kepada para TPK. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurut Wihaji, pendampingan tidak semestinya baru dilakukan ketika anak mengalami persoalan pertumbuhan.
Edukasi perlu diberikan sejak masa calon pengantin, kehamilan, ibu menyusui, bayi, balita hingga tahapan kehidupan keluarga selanjutnya.
“Yang paling penting adalah bagaimana keluarga memahami cara menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi dan melakukan pencegahan sejak awal,” kata Wihaji.
Suasana kegiatan semakin meriah ketika Wihaji mengajak para TPK berinteraksi melalui sesi tanya jawab. Sejumlah pertanyaan diberikan kepada peserta, yang langsung disambut antusias dengan mengangkat tangan untuk menjawab.
Sesi tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pemahaman para TPK mengenai berbagai persoalan keluarga, kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi serta pencegahan stunting.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para TPK aktif mengikuti materi dan berusaha menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan Menteri Wihaji.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pentingnya mempertahankan capaian pembangunan keluarga dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Ciamis. Upaya pencegahan stunting tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan meskipun kondisi yang disampaikan dalam kegiatan menunjukkan Kabupaten Ciamis saat ini tidak terdapat kasus stunting.
Pencegahan tetap menjadi langkah utama melalui penguatan edukasi keluarga, pemenuhan kebutuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, penerapan sanitasi yang baik, akses air bersih serta pola hidup sehat.
Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 1.000 TPK, para kader diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi dan edukasi hingga ke tingkat keluarga.
Pendampingan yang dilakukan secara aktif juga diharapkan mampu membantu mendeteksi berbagai potensi persoalan kesehatan sejak dini sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Temu TPK se-Kabupaten Ciamis berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan para kader dalam membangun keluarga yang sehat serta menjaga keberlanjutan upaya pencegahan stunting di Kabupaten Ciamis.
