JAKARTA | FOKUSPRIANGAN.ID – Antusiasme masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji dan umrah terus meningkat dari tahun ke tahun. Menyikapi tren positif ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Selatan berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Pondok Indah menggelar Gathering Calon Jamaah Haji pada Rabu (16/9/2026) di Gedung Keummatan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kemitraan strategis untuk memfasilitasi umat dalam mempersiapkan tiga pilar utama keberangkatan: spiritual, mental, dan finansial.
Acara yang dihadiri oleh ratusan calon jamaah ini menghadirkan pembicara kunci yang mewakili aspek keagamaan dan perbankan syariah. Ketua MUI Jakarta Selatan, Kiyai Ahmad Nawawi Halim, memberikan motivasi spiritual agar ibadah haji tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga transformasi jiwa yang sesuai syariat. Sementara itu, perwakilan BSI Cabang Pondok Indah, Safira (Area Manager) dan Syafrial (Development Gold Investment), mengupas tuntas strategi perencanaan keuangan yang sehat dan halal untuk mewujudkan mimpi Tanah Suci tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga.
Ketua Bidang Dakwah MUI Jakarta Selatan, Azis Khafia, menekankan bahwa tingginya animo berhaji harus diimbangi dengan kematangan perencanaan. “Dibutuhkan strategi dan pencerahan kepada umat agar pelaksanaan ibadah haji dipersiapkan secara matang dan terencana,” ujarnya.
Dalam sesi motivasinya, Azis Khafia memperkenalkan formula praktis “NULAR” sebagai peta jalan bagi calon jamaah. Akronim ini merupakan kependekan dari lima langkah konkret:
1. Niat: Menetapkan tekad suci karena Allah SWT.
2. Ucapkan: Menyuarakan keinginan tersebut secara verbal sebagai afirmasi positif.
3. Lukiskan: Memvisualisasikan momen berada di Baitullah untuk memperkuat imajinasi dan semangat.
4. Aksi: Melakukan langkah nyata, termasuk menabung dan memperbaiki akhlak.
5. Rutinkan: Menjadikan persiapan haji sebagai kebiasaan harian yang istiqomah.
Formula ini dinilai sangat relevan untuk mengubah angan-angan menjadi target yang terukur dan dapat dicapai melalui disiplin finansial serta keteguhan hati.
Kolaborasi antara MUI Jakarta Selatan dan BSI Cabang Pondok Indah menunjukkan model baru dalam pemberdayaan umat. Ibadah haji bukan lagi sekadar urusan spiritual semata, melainkan juga memerlukan literasi keuangan syariah yang memadai. Dengan adanya program investasi emas dan tabungan haji yang ditawarkan BSI, jamaah memiliki instrumen yang aman dan sesuai prinsip Islam untuk mengakumulasi dana perjalanan.
Melalui gathering ini, MUI Jakarta Selatan berharap calon jamaah tidak hanya berangkat dengan bekal materi yang cukup, tetapi juga dengan hati yang tenang, minda yang siap, dan rencana yang terstruktur. Sinergi antara bimbingan ulama dan solusi perbankan syariah ini menjadi bukti bahwa negara dan lembaga keagamaan hadir untuk memastikan setiap Muslim dapat menunaikan rukun Islam kelima dengan cara yang terbaik, amanah, dan penuh keberkahan.”Tutupnya.