JAKARTA | FOKUSPRIANGAN.ID – Di tengah gempuran era digital, puluhan anak di wilayah RW 07 Cipinang Besar Selatan (CBS), Jatinegara, Jakarta Timur, diajak untuk sejenak melepaskan diri dari layar gawai. Melalui kegiatan bertajuk “Bermain Permainan Tradisional” yang digelar di Balai Warga RW 07 pada Minggu (13/9) lalu, atmosfer kebersamaan dan gelak tawa khas anak-anak kembali menghidupkan suasana lingkungan setempat.

Acara yang berlangsung gratis ini menyasar 24 peserta anak-anak usia 9 hingga 13 tahun . Kegiatan ini sukses terlaksana berkat kolaborasi solid antara pengurus RW 07, kader PKK, dan pemuda-pemudi Karang Taruna.

Hadir langsung dalam kegiatan ini, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Cipinang Besar Selatan, Tri Wijayanti, bersama jajaran Pokja 2. Kehadiran mereka memberikan dukungan moral yang besar bagi kelestarian budaya lokal di tingkat warga.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK CBS, Tri Wijayanti, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif kreatif yang digagas oleh warga RW 07.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi penuh kegiatan positif ini. Di zaman sekarang, mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak adalah langkah yang sangat mulia. Ini bukan sekadar bermain, melainkan media efektif untuk melatih motorik, kerja sama tim, dan komunikasi sosial anak yang mulai luntur akibat ketergantungan gawai,” ujar Tri Wijayanti hangat.

Apresiasi tersebut disambut baik oleh Ketua RW 07 Cipinang Besar Selatan, Mukhlis Syamaun. Dalam sambutannya, Mukhlis menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan perhatian dari Ketua TP PKK beserta jajaran Pokja 2. Ia juga memuji sinergi erat yang ditunjukkan oleh kader PKK tingkat RW dan Karang Taruna dalam mewujudkan acara ini.

“Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari Ibu Ketua TP PKK CBS beserta Pokja 2 yang telah berkenan hadir. Keberhasilan acara ini adalah bukti nyata indahnya gotong royong dan kerja sama antara Karang Taruna dan PKK RW 07. Kami sengaja menginisiasi gerakan ini untuk mengajak anak-anak di wilayah RW 07 CBS sejenak meninggalkan gadget dan game online, lalu kembali menikmati serunya permainan tradisional yang penuh dengan nilai kebersamaan,” ungkap Mukhlis.

Lebih lanjut, Mukhlis berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja. Ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam tumbuh kembang anak di era modern.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah kecil untuk menumbuhkan kembali kecintaan anak-anak terhadap permainan tradisional yang kini mulai langka dan terlupakan. Bukan berarti gadget harus ditinggalkan selamanya, tetapi sehari tanpa gadget, bermain bersama teman, tertawa bersama, dan mengenal permainan masa lalu adalah pengalaman berharga yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” tambahnya.

Sepanjang acara, anak-anak tampak antusias dan bersemangat mencoba berbagai permainan masa lalu seperti congklak dan ular tangga yang disediakan panitia. Selain mendapatkan pengalaman berharga, seluruh peserta juga pulang dengan wajah ceria membawa snack, hadiah menarik, serta makan siang bersama

Melalui momentum ini, RW 07 CBS berkomitmen untuk terus menyuarakan pesan moral: Mari lestarikan permainan tradisional, bangun kebersamaan, dan ciptakan masa kecil yang penuh kenangan. Sesuai dengan visi lingkungan yang inklusif, RW 07 CBS terus bergerak maju demi mewujudkan generasi Anak Sehat, Ceria, Kreatif & Cinta