KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka di Pangkalan SDN 3 Sukamenak, Purbaratu, Kota Tasikmalaya, tidak sekadar diisi dengan upacara. Selama dua hari, 14–15 Agustus 2026, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, sekaligus membangun karakter.

Kegiatan tersebut mengusung tema **“Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”**

Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Peringatan HUT Pramuka ke-65, kemudian dilanjutkan dengan Pesta Siaga untuk anggota Pramuka Siaga dan Perkemahan Jumat-Sabtu (PERJUSA) bagi Pramuka Penggalang.

Kegiatan diikuti oleh seluruh peserta didik SDN 3 Sukamenak Tahun Ajaran 2026/2027. Hadir pula Kamabigus SDN 3 Sukamenak, Hj. Ai Risna Nurliana, S.Pd., bersama para Mabigus dan pembina Pramuka.

“Pesta Siaga, Belajar melalui Permainan

Bagi anggota Pramuka Siaga, kegiatan dikemas dalam bentuk permainan edukatif dan ketangkasan. Konsep tersebut dipilih agar proses pembentukan karakter berlangsung secara menyenangkan sekaligus sesuai dengan perkembangan anak usia sekolah dasar.

Koordinator Pembina Siaga, Cahyati, S.Pd., mengatakan permainan yang diberikan dirancang untuk melatih keberanian, konsentrasi, daya ingat, ketelitian, kerja sama, hingga kecepatan berpikir.

Sejumlah permainan yang diikuti peserta antara lain Estafet Tongkat, Menyusuri Sungai, Pukul Tikus, Tes Memori Penglihatan, dan Tes Memori Penciuman.

“Pesta Siaga bukan sekadar bermain, tetapi belajar menjadi anak yang berani, tangkas, kompak, dan percaya diri,” ujar Cahyati.

Melalui permainan tersebut, siswa tidak hanya dituntut menyelesaikan tantangan secara individu, tetapi juga belajar berinteraksi dan bekerja sama dengan teman satu kelompok.

# PERJUSA, Menguji Kemandirian dan Kekompakan

Sementara itu, Pramuka Penggalang mengikuti PERJUSA yang berlangsung pada Jumat hingga Sabtu, 14–15 Agustus 2026.

Koordinator Pembina Penggalang, Inge Fauziah Azizah Husen, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan perkemahan menjadi sarana bagi peserta didik untuk belajar menghadapi tantangan secara langsung.

Menurut dia, kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk sikap mandiri, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki jiwa kepemimpinan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan penjelajahan yang terbagi ke dalam tiga pos. Peserta menghadapi berbagai tantangan di **Pos 1 Tri Satya dan Dasadarma, Pos 2 Sandi dan KIM, serta Pos 3 Halang Rintang.

Kegiatan kemudian berlanjut pada sore hari melalui permainan kelompok dan penampilan setiap regu. Pada malam hari, peserta mengikuti **Movie Time bertema kepramukaan**, dilanjutkan dengan **api unggun dan penampilan yel-yel masing-masing regu.

Suasana perkemahan menjadi semakin semarak ketika setiap regu menunjukkan kreativitas dan kekompakannya. Bagi para peserta, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar bertanggung jawab terhadap kelompok sekaligus mengembangkan keberanian tampil di depan orang lain.

“PERJUSA mengajarkan bahwa setiap tantangan dapat dilalui dengan keberanian, kekompakan, dan semangat pantang menyerah,” kata Inge.

#Dimulai dengan Ibadah, Diakhiri dengan Kebersamaan

Pada Sabtu pagi, kegiatan diawali dengan **salat Subuh berjamaah** dan menyimak kultum. Setelah itu, peserta mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat**, sarapan bersama, serta kegiatan Operasi Semut untuk membersihkan lingkungan perkemahan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui apel penutupan.

Selain menjadi bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan, Operasi Semut juga menjadi pengingat bahwa kegiatan kepramukaan tidak berhenti pada keterampilan baris-berbaris atau kegiatan perkemahan. Ada nilai tanggung jawab dan kepedulian yang perlu dibawa peserta ke lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

# Pramuka sebagai Ruang Pembentukan Karakter

Kamabigus SDN 3 Sukamenak, **Hj. Ai Risna Nurliana, S.Pd.**, berharap peringatan HUT Pramuka tahun ini dapat memberikan pengalaman yang membekas bagi para peserta didik.

Menurutnya, kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membangun karakter anak melalui pengalaman langsung, kerja sama, kedisiplinan, serta pembiasaan bertanggung jawab.

“Semoga melalui Pramuka, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berkarakter, peduli, dan siap memberikan kontribusi terbaik menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ai Risna.

Ia juga mengingatkan peserta bahwa berakhirnya kegiatan PERJUSA bukan berarti berakhir pula semangat kepramukaan.

“Api unggun boleh padam, tenda boleh dibongkar, dan kegiatan PERJUSA boleh berakhir, tetapi semangat Pramuka harus tetap menyala di dalam diri kalian. Jadilah pribadi yang selalu ingin mengubah diri agar lebih baik di kemudian hari,” katanya dalam apel penutupan.

Peringatan HUT Pramuka ke-65 di Pangkalan SDN 3 Sukamenak pada akhirnya bukan hanya menjadi agenda tahunan. Di balik permainan, penjelajahan, api unggun, dan perkemahan, terdapat proses pendidikan yang menempatkan pengalaman sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, Pramuka diharapkan tidak hanya melahirkan siswa yang terampil dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga generasi yang **mandiri, disiplin, peduli, mampu bekerja sama, dan memiliki semangat untuk terus berkembang.

Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, panitia, Mabigus, serta seluruh pihak yang telah meluangkan waktu dan tenaga sehingga rangkaian kegiatan HUT Pramuka ke-65 dan PERJUSA dapat berlangsung dengan baik, aman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta.”Pungkasnya.