Reporter : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dan mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui kegiatan Panen Raya TNI yang digelar di Kecamatan Ujungjaya.
Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam III/Siliwangi beserta jajaran, perwakilan Polda Jawa Barat, Kasrem 062/Tarumanagara, Aster Kasdam III/Siliwangi, unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Kepala Bulog Sumedang, unsur Forkopimcam Kecamatan Ujungjaya, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi kepada TNI yang selama ini aktif mendukung program ketahanan pangan nasional melalui berbagai kegiatan pendampingan dan pemberdayaan petani di daerah.
Pemerintah Kabupaten Sumedang memandang sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah. Hal tersebut sejalan dengan capaian ekonomi daerah yang terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumedang tercatat sebesar 4,05 persen dan meningkat menjadi 5,48 persen pada tahun 2025, melampaui target yang ditetapkan sebesar 5,20 persen.
Pencapaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor pertanian yang terus berkembang, didukung kerja keras petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga produktivitas lahan pertanian.
Meski menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino, produktivitas pertanian di Kabupaten Sumedang tetap terjaga. Sebagian besar lahan pertanian bahkan mampu melaksanakan panen hingga tiga kali dalam satu tahun.
Dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Sumedang menjalankan kebijakan pembangunan pertanian berdasarkan prinsip 4A, yaitu Aya Cai (tersedianya air), Aya Pupuk (tersedianya pupuk), Aya Irigasi (tersedianya jaringan irigasi), dan Aya Alsintan (tersedianya alat dan mesin pertanian).
Kabupaten Sumedang sendiri memiliki luas lahan sawah sekitar 27.285 hektare yang tersebar di 26 kecamatan. Berdasarkan data statistik pertanian tahun 2025, luas tanam mencapai 74.846 hektare, luas panen 71.590 hektare, produktivitas rata-rata sebesar 62,33 kuintal per hektare, dengan total produksi padi mencapai 286.333,8 ton.
Kecamatan Ujungjaya menjadi salah satu kawasan strategis pertanian dengan luas sawah sekitar 2.587 hektare yang tersebar di sembilan desa, yakni Ujungjaya, Palasari, Sukamulya, Kudangwangi, Keboncau, Palabuan, Sakurjaya, Cipelang, dan Cibuluh.
Khusus di Desa Palasari, terdapat lahan sawah seluas 218 hektare yang dikelola oleh 434 petani yang tergabung dalam sembilan kelompok tani. Kawasan ini menjadi salah satu sentra produksi padi yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan daerah.
Sebagai upaya mengantisipasi dampak kekeringan, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama berbagai pihak telah membangun sodetan dari Bendung Cariang sepanjang sekitar 100 meter menggunakan dua jalur pipa berdiameter 50 sentimeter. Infrastruktur tersebut mampu mengairi sekitar 800 hingga 900 hektare lahan pertanian di sejumlah desa di Kecamatan Ujungjaya.
Selain pembangunan infrastruktur irigasi, pada tahun 2026 para petani di Kabupaten Sumedang juga menerima berbagai bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa benih unggul dan sarana pendukung pertanian lainnya guna meningkatkan produktivitas hasil panen.
Melalui kegiatan Panen Raya TNI ini, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Kementerian Pertanian, penyuluh pertanian, dan para petani diharapkan semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan daerah serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Pemerintah Kabupaten Sumedang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian dan berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.”Pungkasnya.