Reporter: Nur Azizah

JAKARTA | FOKUSPRIANGAN.ID – Semangat baru menyelimuti gerbang SD Angkasa 12 Halim Perdanakusuma yang berlokasi di Jl. Gatot Kaca II, Komplek Dirgantara II, Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Mulai Rabu (15/7/2026) hingga 10 hari ke depan, sekolah resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan pendekatan yang inklusif, humanis, dan edukatif.

Mengusung tema “Menggapai Cita-Cita dalam Keberagaman Bersama Sekolah Angkasa yang Ramah, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan”, kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Sekolah yang baru, Fahrul Ihwan, S.Pd. Rangkaian acara dirancang khusus untuk menyambut peserta didik baru dengan suasana yang penuh kehangatan.

Acara pembukaan MPLS berlangsung khidmat namun tetap ceria, mencerminkan atmosfer sekolah yang ingin dibangun. Wintarti, S.Pd., yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC), sukses memandu jalannya acara lewat gaya komunikasi yang hangat, luwes, dan energik. Pembawaannya berhasil mencairkan ketegangan para siswa baru, sekaligus menghidupkan suasana “ramah” sejak menit pertama.

Kemeriahan acara semakin memuncak saat para siswa disambut dengan parade ekstrakurikuler unggulan yang ada di SD Angkasa 12, mulai dari Taekwondo, Drumband, Pramuka, hingga seni Tari.

Selain keceriaan, nuansa spiritualitas juga menjadi fondasi kuat dalam setiap rangkaian kegiatan. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Anugrah Widhy, S.Fil.I, Gr., memimpin pembacaan doa bersama. Momen ini menjadi harapan agar seluruh proses pengenalan lingkungan sekolah diberkahi, berjalan lancar, sekaligus menanamkan nilai ketakwaan sejak hari pertama siswa melangkah ke bangku sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SD Angkasa 12, Fahrul Ihwan, S.Pd., menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar ajang formalitas belaka, apalagi perpeloncoan. Momen ini merupakan langkah krusial untuk membangun rasa memiliki (sense of belonging) siswa terhadap sekolah.

“MPLS Ramah di SD Angkasa 12 adalah wujud komitmen kami terhadap pendidikan karakter. Kami ingin siswa memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan. Di sini, mereka tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar bagaimana menjadi teman yang baik, menghargai perbedaan, dan merasa aman serta nyaman di lingkungan barunya,” ujar Fahrul Ihwan.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi erat antara pihak sekolah dan orang tua murid sangat vital dalam mengawal masa transisi anak-anak ini.

Peran guru kelas, khususnya di tingkat dasar, menjadi sorotan utama demi menyukseskan adaptasi siswa baru. Mirna, selaku Guru Kelas 1, tampil sebagai figur
pendamping yang sigap dan penuh kasih sayang.

Kehadiran Mirna di tengah-tengah siswa baru memberikan rasa aman secara psikologis bagi anak-anak yang baru pertama kali mengenal lingkungan sekolah formal. Dedikasi Mirna beserta rekan-rekan guru lainnya menjadi bukti nyata dari implementasi konsep “Sekolah Ramah” yang diusung oleh SD Angkasa 12.

Dengan kombinasi kepemimpinan yang visioner, bimbingan spiritual yang kuat, serta pendampingan guru yang penuh empati, SD Angkasa 12 optimis dapat mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter mulia dan toleran. Kegiatan MPLS ini diharapkan menjadi langkah awal yang manis bagi perjalanan akademis peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.