Reporter : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Kabupaten Sumedang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-49 Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2026. Dalam rapat koordinasi yang digelar bersama berbagai unsur terkait, disepakati bahwa Kecamatan Pamulihan akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ Ke-49 yang dijadwalkan berlangsung pada 7, 8, dan 9 Juli 2026 atau bertepatan dengan 22, 23, dan 24 Muharam 1447 Hijriah.
Pada rapat tersebut juga disepakati penggunaan logo usulan Kecamatan Pamulihan dengan penyempurnaan konsep yang mengusung semangat Green MTQ, sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Adapun tema yang diangkat adalah “Green MTQ: Wujudkan Sumedang Generasi Qurani Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema tersebut mencerminkan tekad bersama untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, kehidupan sosial, dan pembangunan bangsa di masa depan.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sumedang, Dian Sukmaara menyampaikan tindak lanjut, rapat merekomendasikan agar segera diterbitkan Keputusan Bupati mengenai penetapan Kecamatan Pamulihan sebagai tuan rumah serta pembentukan panitia penyelenggara MTQ Ke-49. Selain itu, akan dilaksanakan agenda lanjutan berupa audiensi dengan Bupati Sumedang serta rapat persiapan bersama perangkat daerah dan instansi terkait guna memastikan seluruh tahapan berjalan optimal.
Dalam rangka menghadirkan MTQ yang lebih inklusif, edukatif, dan berdampak luas bagi masyarakat, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sumedang juga mengusulkan berbagai program integratif yang akan mewarnai pelaksanaan MTQ tahun ini. Di antaranya mengundang tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh lintas agama pada acara pembukaan sebagai simbol kuatnya kerukunan dan toleransi di Kabupaten Sumedang.
Tak hanya menjadi ajang syiar Islam dan kompetisi seni baca Al-Qur’an, MTQ Ke-49 juga diarahkan menjadi gerakan sosial dan lingkungan melalui penyaluran santunan bagi dhuafa di sekitar lokasi kegiatan, program “Satu Kafilah Satu Pohon”, serta “Satu Kafilah Satu Alat Kebersihan” yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Program lainnya yang mendapat perhatian adalah Gerakan Beberesih Masjid sebelum dan sesudah pelaksanaan MTQ, penggunaan kemasan ramah lingkungan atau gerakan puasa plastik selama kegiatan berlangsung, hingga penerapan sistem penilaian berbasis aplikasi digital yang terintegrasi guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas penyelenggaraan.
Untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, MTQ Ke-49 juga akan menghadirkan stand pameran produk unggulan lokal yang melibatkan pelaku UMKM dari berbagai kecamatan. Sementara itu, pelibatan aktif majelis taklim, pengurus masjid, guru, serta elemen masyarakat lainnya akan menjadi kekuatan utama dalam memperkuat syiar Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui konsep Green MTQ yang inovatif dan kolaboratif, Kabupaten Sumedang berharap MTQ Ke-49 tidak hanya sukses sebagai ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, serta semangat kebersamaan dalam mewujudkan Sumedang yang religius, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.”Tutupnya.