Reporter : Damy

SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui pendekatan terpadu lintas perangkat daerah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Langkah Terpadu Efektivitas Program Pengentasan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem yang digelar di Ruang Rapat Tadjimalela Bapperida Kabupaten Sumedang, Rabu (25/2/2026).

Rakor dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Hj. Tuti Ruswati, Kepala Bapperida Sajidin, para kepala UPTD, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Dalam arahannya, Wabup Fajar menegaskan bahwa persoalan kemiskinan tidak cukup diselesaikan melalui bantuan sosial semata. Menurutnya, pengentasan kemiskinan harus menyentuh akar persoalan, termasuk perubahan pola pikir masyarakat penerima bantuan.

Ia mengungkapkan, masih ditemukan ketergantungan terhadap bantuan sosial di sejumlah wilayah pelosok dan desa terpencil. Padahal, bantuan hanya bersifat sementara, sementara keberdayaan harus menjadi tujuan jangka panjang.

“Pengentasan kemiskinan tidak akan benar-benar tuntas kalau kita tidak menyelesaikan sampai ke akarnya. Bantuan itu sifatnya sementara, tetapi keberdayaan harus selamanya. Mindset menunggu bantuan ini harus kita ubah,” tegasnya.

Wabup Fajar menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan penuh empati dalam mendampingi masyarakat agar memiliki keberanian keluar dari zona kemiskinan. Ia meminta seluruh perangkat daerah tidak hanya berorientasi pada angka statistik, tetapi juga memastikan adanya perubahan nyata dalam kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, validasi dan verifikasi data menjadi perhatian utama. Ia mengingatkan agar tidak terjadi kesalahan sasaran akibat data yang tidak akurat. “Verifikasi dan validasi harus benar-benar dilakukan. Pastikan bantuan APBD tepat sasaran dan diterima masyarakat yang benar-benar berhak,” ujarnya.

Dalam menghadapi era digital, Wabup Fajar juga mendorong adanya pendampingan intensif bagi keluarga miskin, mulai dari pelatihan usaha, peningkatan keterampilan, hingga pemanfaatan teknologi untuk pemasaran online. Menurutnya, masyarakat yang belum familiar dengan digitalisasi harus diberikan ruang belajar agar tidak tertinggal.

Di sektor pendidikan, ia menilai peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi kunci utama dalam menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan. Pendidikan yang baik diyakini mampu membuka akses kerja yang lebih luas dan meningkatkan taraf hidup keluarga.

“Kalau pendidikan meningkat, saya yakin kemiskinan pasti turun. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang cukup akan membantu keluarganya keluar dari kemiskinan,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti persoalan pengangguran di wilayah industri, khususnya daerah yang memiliki banyak pabrik namun tingkat penganggurannya masih tinggi.

Menurutnya, kompetensi tenaga kerja lokal harus ditingkatkan melalui pelatihan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Pabrik ada di Sumedang, tenaga kerjanya harus orang Sumedang. Kita siapkan pelatihannya dulu sesuai kebutuhan perusahaan,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat pemotongan anggaran, Wabup Fajar meminta seluruh perangkat daerah memastikan tidak ada program yang berjalan sia-sia. Setiap intervensi harus terukur dan berdampak langsung pada penurunan kemiskinan ekstrem.

Ia pun mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan keikhlasan, empati, dan semangat kolaborasi dalam melayani masyarakat. “Pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara kolektif dan komprehensif. Kita semua adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita kerjakan hari ini,” pungkasnya.

Melalui langkah terpadu, penguatan data, peningkatan pendidikan dan keterampilan, serta perubahan mindset menuju kemandirian, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang optimistis angka kemiskinan dapat ditekan secara berkelanjutan, demi terwujudnya masyarakat Sumedang yang lebih sejahtera dan berdaya.