Reporter : Damy

SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Hj. Tuti Ruswati, S.Sos., M.Si., melakukan monitoring kegiatan Magang Tingkat III Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang berlangsung di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (21/1/2025). Dalam kesempatan tersebut, para Praja IPDN memaparkan progres pelaksanaan magang yang difokuskan pada dua program strategis daerah, yaitu Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dan Sumedang Bebas Sampah.

Sekda Sumedang menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Praja IPDN dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan basis data dan penggerakan birokrasi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi memiliki peran penting dalam menentukan capaian indikator pembangunan daerah.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan akademisi, dan buah dari kolaborasi ini tentunya sangat menentukan capaian indikator makro di Kabupaten Sumedang,” ujar Tuti Ruswati.

Ia menambahkan, kontribusi Praja IPDN melalui program magang tematik telah membantu pembaruan data Desa Cantik serta mendukung program Sumedang Bebas Sampah. “Program magang IPDN ini mudah-mudahan sangat membantu kemajuan Kabupaten Sumedang, khususnya di bidang database dan penguatan data yang akurat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor IPDN Bidang Akademik dan Inovasi, Prof. Dr. Hyronimus Rowa, M.Si., menjelaskan bahwa target utama magang Praja IPDN di Kabupaten Sumedang adalah mendukung program Desa Cantik sebagai basis penanganan kemiskinan serta program Sumedang Bebas Sampah. Ia juga menyampaikan sejumlah masukan teknis, di antaranya perlunya rekap jumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Sumedang Utara serta perencanaan kapasitas pengumpulan data harian agar target yang ditetapkan dapat tercapai secara optimal.

“Praja sudah melakukan pengumpulan data secara door to door. Satu desa atau satu kelurahan ditempatkan 30 orang. Progresnya sudah terlihat dan hingga hari ini terus meningkat, bahkan pada aplikasi sudah bergerak hingga 14 persen,” ungkapnya.

Prof. Hyronimus berharap hingga penutupan magang pada 3 Februari 2026, progres pengumpulan dan penataan data dapat terus meningkat dan mencapai hasil yang signifikan guna mendukung penataan data desa melalui program Desa Cantik dan Sumedang Bebas Sampah.”Tutupnya.