Pewarta : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Pelatihan Al-Qur’an Isyarat bagi para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Sumedang, yang dilaksanakan di SLBN-B Sumedang. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak tunarungu untuk dapat belajar, membaca, dan memahami Al-Qur’an dengan baik.
Kepala SLB B Pembina Tingkat Provinsi Jawa Barat, Hipni Mubaraq Abidin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memberikan ilmu serta metode baru dalam pembelajaran Al-Qur’an berbasis bahasa isyarat. Ia menegaskan bahwa integrasi antara bahasa isyarat dan Al-Qur’an sangat bermanfaat untuk membantu anak-anak tunarungu memahami bacaan Al-Qur’an secara lebih tepat.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru adalah langkah pertama yang paling penting. Dengan pelatihan ini, para pendidik dibekali kemampuan untuk mengajarkan Al-Qur’an melalui metode cipta isyarat dan tilawah yang mudah dipahami, menyenangkan, dan sesuai kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Baca Juga:
https://fokuspriangan.id/2025/12/02/mengukir-karakter-mandiri-smp-negeri-1-manonjaya-sukses-gelar-lomba-tingkat-i-pramuka-penggalang/
Perwakilan dari Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, M. Retno Fathurahman, juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak termasuk SLB, Kemenag, dan komunitas pemerhati pendidikan inklusif. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk menghadirkan kemudahan akses pembelajaran Al-Qur’an bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Program pengembangan Al-Qur’an Isyarat sendiri telah disebarluaskan BAZNAS sejak tahun 2025 ke berbagai daerah di Indonesia, dengan tujuan memperluas dakwah, mempermudah metode pengajaran, serta memastikan bahwa setiap anak—tanpa terkecuali—memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk belajar Al-Qur’an.
Para peserta pelatihan, terutama guru-guru SLB di Sumedang, menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka menilai pelatihan ini sangat bermanfaat dan menjadi inovasi baru yang membantu anak-anak tunarungu belajar Al-Qur’an dengan cara yang lebih efektif. Para guru berharap program ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus mendapatkan akses pembelajaran agama yang layak dan berkualitas.