Pewarta : Iwan.K

‎KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.

‎Ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.

‎Adapun Tujuan / Maksudnya yakni Mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi (saluran air irigasi, pompa, embung, pintu air, dsb).

‎Menjamin operasi dan pemeliharaan irigasi agar infrastruktur irigasi tetap fungsional.

‎Serta mendukung swasembada pangan dengan memperkuat sistem irigasi untuk pertanian.mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

‎hal itu disampaikan Dedi Budiman Kepala Bidang SDA pada dinas pekerjaan umum tata ruang dan lingkungan hidup(DPUTRLH)Kabupaten Tasikmalaya,dikantornya pada Senin(17/11/2025).

‎Pada tahun ini sekitar sebanyak 110 paket Di Bidang Irigasi telah di kucurkan ke seluruh irigasi yang berada di wilayah Kabupten Tasikmalaya.

‎Alhamdulilah pekerjaan paket irigasi di bidang kami sudah hampir 70% saudah tandatangan kontrak,yang mana anggaranny berpareatif dari angka kisaran Rp 40 jutaan sampai paket 200 jutaan,”ujar Dedi Budiman

‎”Kami berharap agar pekerjaan ini betul betul harus sesuai dengan apa yang sudah di tanda tangani dalam kontrak tersebut sehingga kualitas dan mutu dalam pengerjaan menjadi jaminan pengerjaan yang baik,”harapnya

‎Sekarang penandatanganan kontrak sudah sebanyak 72 paket dan untuk yang belumnya insya alloh minghu ini akan selesai. Terkait dalam waktu pengerjaannya untuk yang 72 paket ini selama 45 hari kaalender dan ada juga yaang 40 hari kalender di lihat dari besar kecilnya anggaran dan ada juga yang sampai 35 hari kalender pengerjaannya.

‎Kami tekankan agar pengerjaan ini bisa beres sesuai jadwal yang telah di tentukan dan apabila ada troble d lapangan kami arahkan ke bagian pengawas lapangan agar bisa menyelesaikan problem2 di lapangan tersebut,”tandasnya

‎Di setiap hari jumat kami adakan kumpulan bersama para japung dan pengawas untuk mengoreksi pekerjaan sejauh mana dan sudah berapa persen pengerjaan yang di laksanakan di lapangan.”Pungkasnya.