Pewarta : Nadia.FA.Saragih

KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mempertegas komitmennya terhadap pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal dengan menyerahkan tiga unit alat tenun mendong modern. Bantuan ini menjadi katalisator bagi perajin Kampung Karanglaya, Desa Kamulyan, yang telah mempertahankan warisan tenun sejak era 1940-an. Senin (16//11/25).

Inisiatif PT APN melalui Program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan ini bertujuan utama memacu potensi mendong yang selama ini terkendala hanya pada produksi tikar konvensional.

Mochammad Gatut Mukti Wirawan, General Manager TJSL & ESG APN, menegaskan bahwa bantuan ini adalah investasi bagi masa depan industri, bukan sekadar donasi.

“Bukan jumlahnya, bukan tiga alat tenunnya, tapi bagaimana nanti dari tiga itu berkembang menjadi sebuah industri yang luar biasa,” tegasnya.


Lebih lanjut Gatut menyampaikan secara lugas mendorong transformasi produk turunan mendong, agar tidak lagi identik dengan tikar, tetapi bertransformasi menjadi produk bernilai jual tinggi. “Produk baru yang didorong meliputi tas fesyen, topi, taplak meja, dan kotak tisu.”, Jelasnya

Dengan harapan bisa menyasar pembangunan Desa Kamulyan sebagai destinasi wisata edukasi, yang ia yakini akan menjadi pergerakan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Kunjungan yang berlangsung Pada, Senin (17/11/2025) menyoroti aset hulu-hilir yang dimiliki Kamulyan, mulai dari lahan persawahan kending yang luas hingga dedikasi perajin.

Tim menyaksikan petani lansia yang tetap produktif mengelola dan memanen mendong, membuktikan ketahanan dan ketersediaan sumber bahan baku di desa tersebut.

Namun, Koordinator UMKM Mendong, Nana Mulyana, menyampaikan bahwa kendala terberat yang dihadapi perajin adalah aspek pemasaran dan percepatan produksi. “Kita bikin banyak produk, tapi kalau marketing-nya itu ada kendala atau bermasalah, memang kita sangat kesulitan sekali,” ungkap Nana.

Ia menyoroti bahwa peralatan produksi yang tidak layak pakai sangat menghambat proses kerja dan menjawab tuntutan pasar.

Peninjauan lapangan juga mendalami proses tenun menggunakan alat warisan bersejarah, menyoroti dedikasi perajin lansia dalam melestarikan aset budaya.

Acara diakhiri dengan sesi diskusi langsung yang melibatkan perwakilan Tim Perusahaan dan masyarakat di Aula Desa, berfokus pada perencanaan tata kelola jangka panjang desa wisata edukasi.

Pembahasan meliputi perumusan teknis seperti perencanaan pemisahan lahan sawah pangan dan sawah mendong, serta penentuan Person In Charge (PIC) lokal untuk setiap kunjungan edukasi.

Diskusi ini juga merumuskan penataan area parkir wisatawan sebagai bagian penting dari infrastruktur desa wisata.

Kepala Desa Kamulyan, Jajang Kasmaran, memberikan apresiasi mendalam atas kolaborasi strategis APN.

“Ini adalah salah satu aset kami yang kami harus pertahankan se maksimal mungkin. Kemudian, kita punya kewajiban bersama untuk memperluas jaringan,” ujar Jajang

Ia optimis kolaborasi ini memberikan manfaat langsung bagi seluruh ekosistem di Desa Kamulyan, baik petani maupun perajin mendong.