Pewarta: Dede Irwan

KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah XIII, Dwi Yanti Estriningrum, S.Sos., M.Pd. mengimbau dan menyampaikan, kepada semua sekolah SMA/SMK di Wilayah XIII Ciamis, Kota Banjar, dan Pangandaran berkomitmen dan mengikuti Lomba Anugerah Panca Waluya.

“Dari jumlah sekolah SMA/SMK negeri dan swasta di Wilayah XIII ada dua yang tidak ikut lomba Anugerah Panca Waluya. Apapun alasannya, kami tidak bisa menerima ada sekolah yang tidak ikut lomba,” ujar Dwi Yanti Estriningrum yang ditemui, Senin, 10 November 2025.

Menurut Dwi Yanti, tujuan akhir dari gerakan Panca Waluya adalah mendidik karakter siswa dan siswi.

Melalui program Panca Waluya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap kualitas karakter anak didik semakin baik.

“Sebenarnya sejak dari dulu tujuan pendidikan adalah mencetak karakter siswa menjadi lebih baik. Di antaranya cageur, bageur dan bener. Ketiga nilai ini tak bisa diajarkan oleh mesin robot tapi harus lewat keteladanan guru,” ujarnya.

Dalam rangka menerapkan nilai “cageur”, kata Dwi Yanti, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mewajibkan siswa dan siswi berjalan sejauh 200 meter ke sekolah.

“Anak-anak harus melatih kakinya agar kuat. Itulah kenapa anak-anak disuruh jalan kaki dari rumah ke sekolah. Tujuannya menyehatkan fisik anak-anak,” ujarnya.

Ditanya soal pengawasan kinerja sekolah, Dwi Yanti mengatakan, selama tiga bulan menjabat sudah mengunjungi 50 sekolah SMA/SMK di KCD Wilayah XIII. Tinggal dua sekolah yang belum dikunjungi.

“Yang belum saya kunjungi tinggal SMK Tambaksari dan SMAN 1 Rancah. Tapi saya tidak pernah memberitahu jadwal kunjungan ke beberapa sekolah,” katanya.

Untuk memastikan kualitas kesehatan anak didik, Dwi Yanti mengatakan, pihaknya setiap berkunjung selalu memantau kebersihan toilet dan kualitas jajanan.

“Toilet menjadi indikator kualitas kesehatan di setiap sekolah. Toilet yang bersih melambangkan kebersihan para warga sekolah. Kemudian saya juga memastikan bahwa kantin sekolah menyediakan menu yang sehat untuk anak-anak didik,” pungkas Dwi Yanti.