Pewarta : Nadia.FA.Saragih

KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Harapan cerah menyambut masa depan pendidikan tinggi di Ciamis setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis resmi meluncurkan Program Bantuan Pendidikan Dalam Negeri.

Program ini ditandai dengan pengukuhan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Darussalam dan penyerahan beasiswa penuh (full scholarship) kepada sepuluh mahasiswa terpilih.

Dani Ramdan Kurniawan, Kepala Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Ciamis, menggarisbawahi pentingnya langkah strategis ini. “Kami mendirikan UPZ di Darussalam untuk menyasar seluruh elemen, termasuk mahasiswa dan dosen, agar potensi zakat di kampus termanfaatkan optimal,” jelas Dani.

UPZ Darussalam langsung menunjukkan performa kuat dengan menyetorkan dana perdana sebesar Rp10.000.000, menjadi modal awal bagi kemandirian lingkungan akademis.

Beasiswa penuh ini benar-benar memerdekakan penerimanya dari biaya kuliah. Bantuan ini menjamin seluruh kebutuhan studi selama empat tahun, mulai dari awal masuk hingga lulus, bahkan mencakup biaya wisuda.

“Program ini adalah pilot project yang langsung menyentuh warga miskin yang juga memiliki dasar keagamaan, seperti bisa mengaji,” tambah Dani Ramdan.

Penjaringan penerima beasiswa pun dilakukan langsung melalui UPZ Darussalam, memastikan data yang diverifikasi BAZNAS benar-benar valid.

Inilah yang paling menggugah: BAZNAS tidak hanya memberi, tetapi juga mengajak mahasiswa untuk berperan.

Dani Ramdan mendorong para penerima beasiswa menjadi relawan aktif BAZNAS untuk melakukan “kengclengisasi” atau pengumpulan infak secara rutin di setiap kelas. “Kami berharap mahasiswa bisa berbuat untuk para sesama, sesama mahasiswa,” tegasnya,

Dana infak ini nantinya akan membantu mahasiswa lain yang membutuhkan, misalnya untuk membayar UKT.

Tantangan ini disambut antusias oleh para mahasiswa. “Semua mahasiswa menyatakan sanggup menyumbang infak Rp1.000 per minggu,” ungkap panitia, membuktikan kesediaan mereka untuk berbagi.

Lebih lanjut Dani mengungkapkan, keprihatinannya terhadap kasus putus kuliah akibat biaya. “Bu Rektor UID juga sudah mulai paham bahwa gerakan ini menguntungkan orang-orang kurang mampu yang ingin berkuliah,” ujarnya.

Menurutnya, potensi dana dari UPZ sangat besar dan bisa menjadi solusi. “Kalau terkumpul Rp25 atau Rp30 juta dalam satu semester, itu sudah membantu beberapa orang mahasiswa untuk melanjutkan kuliahnya.”

Dani berharap UPZ Darussalam dapat menjadi model ideal. “Harapannya UPZ Darussalam itu harus lebih bisa menghimpun dari berbagai aspek, dari dosen, dari pesantren, dari mahasiswa khususnya,” Tutupnya.

Ia memimpikan agar kampus lain mengikuti langkah ini, karena tuntutan zaman mengharuskan minimal lulusan S1.

Program Ciamis Cerdas, di bawah Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan yang ia pimpin, menjadi bukti nyata BAZNAS Ciamis berkomitmen membuka jalan bagi harapan masa depan generasi muda.