Pewarta: Dede Irwan
KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Ribuan tenaga honorer di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis sepakat membentuk wadah perjuangan bernama Aliansi Honorer Kemenag Ciamis. Pembentukan aliansi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan aspirasi para guru dan tenaga kependidikan madrasah yang selama ini berjuang secara terpisah. “Kita bersatu dalam satu buku besar perjuangan bernama aliansi,” tegas Ketua Aliansi, Dhiagus, saat deklarasi di Ciamis, Selasa (21/10/2025).
Aliansi ini menghimpun berbagai unsur honorer madrasah, mulai dari RA, MI, MTs hingga MA, baik negeri maupun swasta. Mereka menegaskan gerakan ini merupakan lanjutan dari aksi nasional yang sebelumnya digelar pada 1 Oktober 2025 dan akan kembali membawa aspirasi ke DPR RI. Dalam kesempatan itu, aliansi menyampaikan tujuh tuntutan utama kepada pemerintah, di antaranya porsi formasi P3K yang adil, afirmasi bagi honorer lama, validasi data secara transparan, serta keadilan program pendidikan bagi siswa madrasah.
Menurut Dhiagus, tenaga honorer di bawah Kemenag, terutama di madrasah swasta, masih menghadapi ketidakpastian karier dan kesejahteraan. Regulasi yang berlaku belum sepenuhnya berpihak pada mereka. “Kami ingin kepastian hukum, jenjang karier yang jelas, dan keadilan dalam distribusi anggaran pendidikan,” ujarnya.
Aliansi juga mendorong revisi UU ASN dan UU Guru dan Dosen agar lebih mengakomodir kebutuhan guru madrasah swasta.
Deklarasi aliansi diikuti ribuan peserta dari 27 kecamatan se-Kabupaten Ciamis. Antusiasme tinggi menunjukkan semangat persatuan para honorer madrasah untuk memperjuangkan haknya secara kolektif. “Selama keadilan belum ditegakkan, kita akan terus bersatu memperjuangkannya,” pungkasnya.
