Pewarta : Damy

SUMEDANG |FOKUSPRIANGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Sumedang secara resmi mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Sumedang. Penyampaian Nota Keuangan Raperda RAPBD Perubahan tersebut dibacakan oleh Wakil Bupati Sumedang, H. Fajar Aldila, dalam Rapat Paripurna DPRD yang berlangsung di Gedung DPRD, Rabu (27/8/2025).

RAPBD Perubahan 2025 disusun berdasarkan Nota Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan 2025 yang telah disepakati bersama antara Pemkab Sumedang dan DPRD. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan proyeksi pendapatan daerah, kerangka pendanaan dari pemerintah pusat maupun provinsi, pemanfaatan Silpa tahun 2024, serta dukungan terhadap program prioritas nasional dan Jawa Barat.

Sejumlah fokus pembangunan yang diusulkan melalui RAPBD Perubahan 2025 antara lain penguatan infrastruktur pendidikan, jalan, dan irigasi, pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Ujungjaya, pengelolaan persampahan di TPSA Cijeruk, serta pemenuhan jaminan kesehatan masyarakat. Selain itu, pendanaan juga diarahkan untuk pembiayaan program strategis demi pencapaian target pembangunan daerah.

Berdasarkan Nota Keuangan, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp2,939 triliun, naik tipis 0,19 persen dibanding APBD murni 2025. Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan Rp699,21 miliar atau meningkat 1,18 persen, sementara Pendapatan Transfer diproyeksikan Rp2,240 triliun atau turun tipis 0,12 persen.

Adapun belanja daerah mencapai lebih dari Rp3 triliun, meningkat 2,55 persen atau Rp74,6 miliar. Kenaikan signifikan terdapat pada belanja modal yang melonjak 45,03 persen, terutama untuk memperkuat pembangunan infrastruktur dan layanan publik. Di sisi pembiayaan, penerimaan direncanakan Rp68,67 miliar yang bersumber dari Silpa 2024 hasil audit BPK RI.

Wakil Bupati Fajar Aldila menyampaikan apresiasi atas sinergi antara DPRD dan seluruh perangkat daerah. Ia berharap pembahasan Raperda RAPBD Perubahan 2025 berjalan lancar dan dapat diselesaikan tepat waktu. “Jika fiskal daerah kuat, maka sebesar apa pun tantangan pembangunan Insya Allah dapat diatasi,” ujarnya.