Pewarta: Dede Irwan
KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Acara seni budaya Pasanggiri Reog 2025 digelar Pemerintah Kabupaten Ciamis, di kawasan wisata Cadas Ngampar, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, pada Selasa dan Rabu, 12–13 Agustus 2025. Malam.
Bertema “Ngaronjatkeun Ajen Nasionalisme Ngaliwatan Seni jeung Tradisi di Tatar Galuh,” ajang ini diikuti delapan kelompok peserta se-Kabupaten Ciamis, dengan menghadirkan juri-juri kompeten dari kalangan seniman dan akademisi.
Meski cuaca dingin dan tanah masih basah usai hujan, namun antusiasme warga tak surut. Penonton dari berbagai kalangan hadir menyaksikan pertunjukan Reog khas Ciamis. Selain itu, acara ini juga disiarkan langsung melalui platform media sosial seperti Youtube dan TikTok.
Bagi generasi yang lebih tua, pasanggiri ini menjadi ajang nostalgia masa kejayaan Reog di masa lalu. Namun momen ini seolah membuka wawasan baru tentang kekayaan seni budaya di Tatar Galuh, Ciamis bagi para kawula muda.
Berbeda dari Reog Ponorogo yang telah mendunia, Reog Ciamis memiliki karakter dan keunikan tersendiri, di mana pertunjukan dibawakan oleh empat orang, salah satunya berperan sebagai Dalang.
Mereka tampil sambil membawa alat musik tradisional dogdog serta diiringi oleh instrumen musik tradisionl seperti kacapi, kecrek, tarompet, kendang, gong, dan saron.
Dalam setiap penampilan para peserta, diawali dengan para pemain reog masuk panggung sambil menabuh dogdog dan membentuk barisan, diiringi dengan tabuhan yang disebut dengan tatalu.
Kemudian para pelakon pun berlanjut dengan bersenandung kidung dan pupuh. Penampilan mereka tidak hanya berisi nyanyian dan lawakan saja, tetapi juga menyampaikan kritik sosial dan harapan untuk pelestarian seni Reog di kalangan generasi muda.
Reog Sunda Warisan Budaya di Tatar Galuh dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Ciamis, Heryan Rusyandi, menyampaikan bahwa, Pasanggiri Reog bukan hanya pertunujkan seni tapi wadah pelesatrian budaya dan identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
“Seni reog sebagai warisan tak benda yang diwariskan dari generasi ke generasi. Keterkaitan tema dengan nasionalisme berarti menguatkan rasa cinta tanah air melalui penguatan dan pengamalan nilai-nilai budaya,” Pungkas Heryan.