Pewarta : Nadia.FA.Saragih
KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis menggelar pelatihan “Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan” demi mencapai swasembada pangan serta menegaskan komitmen nya terhadap pertanian berkelanjutan di Kabupaten Ciamis.
Setelah sukses menyasar Lakbok, Rajadesa, Panumbangan, dan Cisadap yang sedang berlangsung di di Balai TPA Desa Cisadap Pada Senin (14/07/2025) upaya berlanjut dengan fokus bergeser ke Kawali dalam agenda penyuluhan mendatang.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi, Alik Sutarya dari Aliksa Organik SRI Consultant sebagai pemateri ahli, Kabid Penyuluhan Novi Nuryanti, Kepala Desa Cisadap beserta jajarannya, panitia penyelenggara, serta puluhan petani dan pegiat pertanian dari Desa Cisadap
Penyuluhan ini mempromosikan pertanian produktif yang ramah lingkungan dan sehat,mengingat degradasi tanah akibat bahan kimia sintetis yang membuat tanah kehilangan vitalitasnya.
Oleh karena itu, metode pertanian organik dipandang sebagai solusi kunci untuk merevitalisasi ekosistem tanah.
Fokus pelatihan mencakup peningkatan bahan organik, aktivitas mikroba tanah, dan siklus nutrisi alami untuk memulihkan kesuburan lahan, termasuk praktik pupuk organik hingga pengendalian hama terpadu. Peserta juga berkesempatan untuk praktik secara langsung.
Kabid Penyuluhan DPKP Ciamis, Novi Nuryanti, menegaskan pentingnya adopsi metode berkelanjutan di tengah tantangan iklim dan degradasi lahan.
“Sebagai implementasi nyata komitmen Pemkab Ciamis dalam mendorong pembangunan pertanian dan mendukung swasembada pangan. ” Jelas Novi.
Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar praktik-praktik terbaik dalam pertanian.
Diharapkan, pelatihan berkelanjutan ini dapat menjadi langkah awal yang kuat bagi para petani untuk beralih ke praktik pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan, demi terwujudnya kemandirian pangan lokal dan lingkungan yang lestari.”Pungkasnya.